FORUM Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah mendukung langkah Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia yang menggandeng Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu untuk memberdayakan mitra deradikalisasi di provinsi itu.
Ketua FKPT Sulteng, Sofyan Bachmid, menilai kerja sama tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Langkah Kemensos RI dan UIN Datokarama merupakan bentuk komitmen negara dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Sofyan menegaskan, FKPT Sulteng siap terlibat dalam pembinaan dan pendampingan mitra deradikalisasi di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Kota Palu.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UINDak itu menyebut keberhasilan deradikalisasi tidak berhenti pada ikrar setia kepada NKRI. Menurutnya, proses itu harus berlanjut pada kemandirian ekonomi.
“Kami tidak ingin mereka merasa terisolasi setelah kembali ke NKRI. Sinergi dengan UIN Datokarama dan Kemensos membuka peluang edukasi dan akses usaha,” ungkapnya.
Kemensos RI, UINDak Palu, dan FKPT Sulteng sebelumnya membina 80 mitra deradikalisasi melalui kegiatan harmonisasi sosial di Kota Palu.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Rektor UINDak Palu Profesor Lukman S Thahir menandatangani MoU Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Palu, Senin (20/4/2026). Penandatanganan berlangsung pada Wisuda ke-46 UIN Datokarama.
MoU tersebut mencakup kerja sama rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, serta pemberdayaan sosial.
Selain itu, kedua pihak juga sepakat mengembangkan model kebijakan, strategi, dan program kesejahteraan sosial melalui pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat.
Kerja sama juga mencakup pertukaran data dan informasi, dukungan program kegiatan, serta koordinasi pelaksanaan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rilis | Editor : Muh Taufan














