REKTOR Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu, Profesor Lukman S Thahir, mengambil sikap tegas untuk membentengi masyarakat dari paparan informasi hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.
Lukman menyoroti sejumlah fitnah dan informasi palsu yang menyerang Menteri Agama Republik Indonesia.
Isu tersebut antara lain mengenai pengumpulan dana Rp1.000 triliun, larangan penyembelihan hewan kurban, pengelolaan kas masjid oleh pemerintah, hingga narasi terkait kekerasan seksual.
“Saya dengan tegas menyatakan bahwa Bapak Menteri Agama tidak pernah mengeluarkan kebijakan terkait isu-isu tersebut. Informasi yang beredar di media sosial itu merupakan hoaks dan fitnah yang sangat kejam,” tegasnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Jumat (8/5/2026).
Menurut Lukman, pihak-pihak tidak bertanggung jawab sengaja menyebarkan narasi negatif di media sosial untuk membangun disinformasi yang membahayakan masyarakat.
Ia mengimbau, masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh algoritma media sosial yang kerap memancing emosi tanpa dasar fakta.
“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, saya mengajak agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital,” ujarnya.
Lukman juga meminta masyarakat mengedepankan budaya tabayyun dan cek fakta sebelum menyebarkan informasi.
“Masyarakat harus mengedepankan budaya tabayyun, melakukan cek fakta, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya,” ungkapnya.
Menurut Lukman, masyarakat harus memanfaatkan media sosial sebagai ruang edukasi. Media sosial juga perlu memperkuat persaudaraan dan menyebarkan informasi yang menyejukkan serta mencerdaskan.
“Mari bersama-sama menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan menciptakan ruang digital yang sehat, damai, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.
Advertorial | Editor : Muh Taufan













