WALI Kota Palu, Hadianto Rasyid, menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dan perusahaan energi hijau asal Singapura, Aslan Energy Capital PTE LTD, di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Kerja sama tersebut menandai langkah strategis pengembangan investasi energi hijau di Kota Palu melalui pembangunan Battery Energy Storage System (BESS) dan Terminal LNG di kawasan KEK Palu.
Aslan Energy Capital mengalokasikan investasi senilai 1,73 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp30 triliun untuk proyek tersebut.
Perusahaan itu akan mengembangkan proyek secara bertahap di atas lahan seluas 40 hektar di kawasan KEK Palu.
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyampaikan bahwa investasi tersebut berpotensi membuka sekitar 1.300 lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Direktur KEK Palu, Sony Panukma Widianto, menambahkan bahwa proyek itu juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda dari rantai pasok industri.
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja secara langsung, tetapi juga menciptakan sekitar 3.000 peluang kerja tidak langsung.
“Ini menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui efek berganda dari investasi yang masuk,” ujar Sony dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (12/5/2026).
Sementara itu, CEO Aslan Energy Capital, Muthu Chezhian, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempelajari potensi Kota Palu selama hampir dua tahun terakhir.
Ia menilai, Palu memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan internasional dan memiliki potensi besar untuk pengembangan industri energi hijau.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyambut positif kerja sama tersebut.
“Kami berharap investasi itu dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat posisi KEK Palu sebagai kawasan industri dan perdagangan yang kompetitif di Indonesia timur,” tutupnya.
Rilis | Editor : Muh Taufan













