PEMERINTAH Kota Palu melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Tahun 2026 di Kantor P2KB Palu, Rabu (20/5/2026).
Para camat se-Kota Palu, kepala puskesmas, koordinator KB kecamatan, dan unsur terkait menghadiri kegiatan tersebut.
Rapat tersebut membahas keluarga berisiko stunting sekaligus memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga dalam percepatan penanganan stunting di Kota Palu.
Kepala P2KB Kota Palu, Ridwan Mustapa mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pendamping keluarga yang bertugas di lapangan.
“Kegiatan hari ini merupakan penguatan bagi tim pendamping keluarga. Tim pendamping keluarga memiliki tugas penting dalam penanganan stunting,” ujar Ridwan kepada Eranesia.id seusai kegiatan.
Ia menjelaskan, para pendamping keluarga mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas atau pasca persalinan, serta bayi dan balita.
Menurut Ridwan, penguatan koordinasi penting karena Kota Palu memiliki 861 anggota Tim Pendamping Keluarga yang tersebar di berbagai wilayah.
“Tim pendamping keluarga terdiri dari kader kesehatan atau bidan, kader KB, dan kader PKK,” ungkapnya.
Ridwan berharap, evaluasi tersebut dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antarstakeholder dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Palu.
“Kolaborasi sangat penting agar program percepatan penurunan stunting berjalan optimal,” tandasnya.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













