MOMENTUM Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan komunitas Roemah Jurnalis untuk mengampanyekan pengurangan plastik sekali pakai melalui program eco kurban.
Panitia menyiapkan 70 wadah ramah lingkungan. Wadah itu berupa bingga dan kamboti. Panitia memakai wadah tersebut untuk membagikan daging kurban kepada jurnalis yang tergabung di Roemah Jurnalis.
Bingga dan kamboti merupakan wadah tradisional. Masyarakat membuatnya dari anyaman daun silar dan daun kelapa.
Ketua Panitia Kurban Roemah Jurnalis, Moh Arief, mengatakan eco kurban bukan sekadar upaya mengurangi sampah plastik. Program ini juga memperkuat makna ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
“Kurban merupakan bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini juga bermakna menyembelih sifat-sifat hewani dalam diri manusia,” ujarnya di Palu, Kamis (28/5/2026).
Arief menjelaskan, panitia menyalurkan puluhan paket daging kurban kepada anggota komunitas Roemah Jurnalis.
“Hampir semua jurnalis yang tergabung dalam komunitas Roemah Jurnalis mendapat daging kurban,” imbuhnya.
Jurnalis sekaligus pemerhati lingkungan dari Rindang.id, Heri Susanto, menilai langkah itu dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat tentang kepedulian lingkungan.
Ia menambahkan, gerakan eco kurban juga mendukung upaya Pemerintah Kota Palu dalam mengurangi sampah plastik. Langkah itu sejalan dengan surat edaran Wali Kota tentang kepedulian terhadap lingkungan.
“Penggunaan kamboti dan bingga tidak hanya mengurangi sampah plastik. Cara ini juga menghidupkan ekonomi lokal dan melestarikan budaya masyarakat Kaili di Lembah Palu,” tandas Heri.
Roemah Jurnalis berharap eco kurban dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Mereka ingin perayaan Iduladha tetap khidmat sekaligus ramah lingkungan.













