PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) tengah mematangkan persiapan untuk menyambut kepulangan 1.751 jemaah haji asal provinsi itu. Proses pemulangan para jemaah ke tanah air akan berlangsung secara bertahap.
Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sulteng, Rustam Aripuddin, menjelaskan bahwa kloter pertama jemaah haji Sulteng akan tiba di Embarkasi Balikpapan (BPN) pada 19 Juni 2026 langsung dari Arab Saudi.
Kloter pertama itu masuk dalam kloter BPN 9 dengan jumlah jemaah haji 356 orang dengan rincian 190 jemaah asal Palu, Poso satu jemaah, Morowali 99 jemaah, Banggai Laut 62 jemaah, dan empat jemaah lainnya adalah petugas.
“Istirahat sehari di Balikpapan, baru jemaah akan mulai masuk dan tiba di Palu secara bertahap mulai 20 Juni hingga 26 Juni 2026,” katanya kepada Eranesia.id di Palu, Kamis (11/6/2026).
Rustam mengungkapkan, ada rencana memulangkan satu orang jemaah haji lebih awal dari Madinah menuju Balikpapan. Namun, rencana tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis di sana.
“Kami belum tahu persis penyakitnya, tetapi jemaah yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan. Semoga tidak ada apa-apa sehingga ia bisa pulang bersama-sama,” jelasnya.Â
Skema Penyambutan dan Tanggungan Pemerintah
Terkait teknis kedatangan, Rustam memastikan keamanan dan pelayanan sudah siap agar tidak menyusahkan para jemaah.
Pemerintah daerah berkomitmen mempermudah semua proses pemulangan sesuai dengan edaran resmi dari Kementerian Haji dan Umrah.
Nantinya, dari Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, para jemaah akan menuju Asrama Haji transit Palu terlebih dahulu. Di sana, Pemprov Sulteng akan menggelar acara penyambutan khusus yang ringkas dan tidak formal secara berlarut-larut, sebelum akhirnya melepas jemaah ke daerah asal masing-masing.
Pemprov Sulteng juga menjalin kerja sama erat dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menanggung seluruh fasilitas jemaah hingga tiba di rumah.
“Pemerintah daerah siap menerima para jemaah. Tanggungan pemerintah provinsi berjalan sampai jemaah tiba di rumah, dan kami juga bekerja sama dengan pihak kabupaten/kota. Untuk transportasinya sendiri, pemerintah daerah masing-masing yang mengaturnya,” tegas Rustam membawa amanah dari Gubernur Sulteng.
Imbauan Gaya Pakaian dan Kesehatan
Menanggapi tren gaya pakaian jemaah haji saat pulang ke tanah air, Rustam menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan aturan khusus atau mengekang style para jemaah.
“Kami tidak mengatur soal gaya berpakaian. Yang penting para jemaah tetap mengenakan pakaian yang sopan,” tuturnya.
Menjelang fase pemulangan ini, Rustam mengimbau seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan dengan baik.
Ia juga mengingatkan para petugas pendamping untuk bekerja secara optimal.
Demi memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima, Pemprov Sulteng sendiri menerjunkan empat orang petugas tenaga medis yang bergabung dengan pendamping kabupaten/kota lainnya.













