DI tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Sulawesi Tengah menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah gempa bumi. Gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang Desa Sidoan, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (15/8/2026).
Gubernur Sulteng menyampaikan hal tersebut seusai memimpin upacara bendera di Halaman Kantor Gubernur, Senin (17/8/2026).
Pemerintah daerah telah memeriksa langsung lokasi terdampak. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi warga pascagempa.
“Kami sudah mengecek lokasi di Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong. Gempa menyebabkan beberapa rumah retak dan dua rumah roboh,” ujar Gubernur.
Gempa juga memakan satu korban jiwa. Namun, hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal akibat serangan jantung saat gempa terjadi.
“Hasil penelitian medis menduga korban meninggal karena serangan jantung,” jelasnya.
Pemprov Sulteng terus berkoordinasi dengan pelbagai pihak. Mereka merangkul pemerintah desa, camat, hingga Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk menangani warga terdampak.
“Kami bekerja sama dengan kepala desa, camat, hingga Bupati Parigi Moutong beserta jajaran,” katanya.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan status tanggap darurat. Petugas di lapangan masih dapat mengendalikan kondisi secara baik.
“Alhamdulillah, kami belum menetapkan status tanggap darurat karena situasi masih terkendali,” tutup Gubernur.
Momentum HUT ke-81 RI ini menjadi pengingat pentingnya kebersamaan. Semangat gotong royong sangat krusial saat menghadapi bencana di Sulawesi Tengah.














