Berita

Sigi Paling Terdampak, BMKG Rekam 704 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

×

Sigi Paling Terdampak, BMKG Rekam 704 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini
Petugas BMKG cek gempa susulan di Palu. Foto: Rusdia/Eranesia.id

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 704 gempa susulan mengguncang wilayah Sulawesi Tengah hingga, Kamis (18/6/2026) pukul 06.00 WITA. Data ini merupakan hasil monitoring intensif pascagempa utama yang melanda wilayah tersebut.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa masyarakat masih merasakan sebagian dari ratusan gempa susulan tersebut.

“Hasil monitoring hingga pukul 06.00 WITA menunjukkan adanya 704 gempa susulan, dan warga masih merasakan beberapa di antaranya,” ujarnya kepada Eranesia.id.

Menurut Djati, getaran gempa susulan paling dominan terasa merata di wilayah Kabupaten Sigi. Bahkan, tim BMKG merasakan langsung guncangan susulan di lokasi terdampak saat mendampingi Gubernur Sulawesi Tengah meninjau lapangan, Rabu (17/6/2026).

Pasang Empat Sensor Tambahan

Guna memperkuat akurasi pemantauan aktivitas kegempaan, BMKG menerjunkan tim untuk memasang empat perangkat survei sensor gempa tambahan pada Kamis pagi. 

Tim ini bertugas memonitor gempa susulan sekaligus mengkaji kondisi struktur geologi dan karakteristik tanah di wilayah terdampak.

“Hari ini kami menurunkan empat perangkat survei sensor gempa untuk memonitor gempa susulan serta mengkaji struktur tanah di daerah terdampak. Kami harap hasilnya dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun mitigasi bencana dan mengurangi risiko dampak gempa,” jelas Djati.

Merespons situasi ini, BMKG meminta masyarakat agar tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar. Warga sebaiknya mengabaikan isu yang tidak jelas sumbernya dan hanya mengikuti pembaruan resmi dari BMKG atau pemerintah daerah.

Selain itu, BMKG mengingatkan warga agar menjauhi bangunan yang sudah retak atau rusak akibat gempa utama. 

Langkah antisipasi ini sangat penting mengingat gempa susulan masih berpotensi merobohkan struktur bangunan yang melemah dan membahayakan keselamatan.