Regional

Tekan Kasus Kekerasan Perempuan-Anak, DP3AP2KB Parigi Moutong Gencarkan Edukasi

×

Tekan Kasus Kekerasan Perempuan-Anak, DP3AP2KB Parigi Moutong Gencarkan Edukasi

Sebarkan artikel ini
Kegiatan ini berlangsung di lima lokasi berbeda. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Parigi Utara, Parigi Tengah, Parigi Barat, Parigi Selatan, dan Aula Kantor DP3AP2KB. Dok: Diskominfo Parimo/Eranesia.id

DINAS Pemberdayaan Perempuan, Perlindingan Anak, Pengedalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong menggelar rangkaian sosialisasi pencegahan kekerasan, Kamis (9/7/2026). 

Kegiatan ini berlangsung di lima lokasi berbeda. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Parigi Utara, Parigi Tengah, Parigi Barat, Parigi Selatan, dan Aula Kantor DP3AP2KB.

Materi sosialisasi fokus pada Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 

Peserta juga menerima materi mengenai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan pencegahan perkawinan anak.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB, Rini Dian Apriyanti, menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan aset berharga.

Semua pihak harus melindungi mereka dari kekerasan, diskriminasi, hingga eksploitasi. 

“Upaya pencegahan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, penegak hukum, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Data Kasus Kekerasan di Parigi Moutong

UPTD PPA Kabupaten Parigi Moutong mencatat tren kasus yang memerlukan perhatian bersama:

  • Tahun 2025: Tercatat 67 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
  • Hingga Juni 2026: Tercatat 54 kasus, dengan dominasi kasus kekerasan seksual terhadap anak.
  • Hingga Juni 2026 (Perkawinan Anak): Terdata 17 permohonan rekomendasi dispensasi perkawinan usia dini.

Data tersebut memperkuat alasan pentingnya edukasi dan pencegahan sejak dini ke masyarakat bawah.

Libatkan Lintas Sektor

Kegiatan ini melibatkan pelbagai pihak, mulai dari camat, kepala desa, lurah, Kepala KUA, hingga kepala puskesmas. Hadir pula TP-PKK, tokoh agama, tokoh adat, Forum Anak, LSM, pelaku usaha, dan perwakilan media massa.

Narasumber membekali peserta pemahaman mengenai bentuk kekerasan, faktor penyebab, mekanisme pelaporan, hingga penanganan korban.

DP3AP2KB Parigi Moutong berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.

Peserta harus menyebarluaskan informasi ini demi menciptakan lingkungan yang aman, ramah perempuan, dan layak anak. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan interaktif melalui sesi diskusi tanya jawab.