Regional

Dorong Dekarbonisasi Industri, PT IMIP Tingkatkan Kapasitas Pembibitan Tanaman

×

Dorong Dekarbonisasi Industri, PT IMIP Tingkatkan Kapasitas Pembibitan Tanaman

Sebarkan artikel ini
Dua karyawan PT IMIP melakukan perawatan tanaman hias yang dibibit di Morowali, Sulawesi Tengah. Dok: Humas PT IMIP

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus meningkatkan kapasitas lahan nursery (pembibitan). Fasilitas ini menyemai ribuan bibit pohon peneduh dan tanaman hias untuk ruang terbuka hijau (RTH) seluas 1.937,9 hektare.

Lahan nursery bukan sekadar fasilitas pelengkap. Departemen Environmental mengelola kawasan ini secara mandiri sebagai jantung hijau dan bukti nyata dekarbonisasi industri. 

Langkah ini menjadikan IMIP pelopor kawasan industri yang aktif merehabilitasi lingkungan, termasuk memulihkan mangrove dan melindungi keanekaragaman hayati.

Dalam setahun, nursery IMIP memproduksi lebih dari 80.000 bibit. Jenisnya beragam, mulai dari vegetasi hijau, tanaman hias, hingga pohon mangrove sebagai penyerap karbon (blue carbon sink). 

Tanaman ini memperasri lingkungan sekaligus mereduksi karbon dioksida. Hingga kini, IMIP telah mendistribusikan dan menanam 53 jenis bibit ke pelbagai titik RTH.

Staf Environmental PT IMIP, Rian Hakim, menjelaskan bahwa perusahaan membuktikan kemandirian penyemaian bibit di area Edupark melalui program bank benih sejak awal 2026. 

Tim mengumpulkan benih tanaman lokal maupun endemik dari seluruh kawasan. Mereka lalu memproses, mengeringkan, mengemas, dan menyimpan benih tersebut sebagai cadangan perbanyakan tanaman.

“Melalui program ini, kami dapat memenuhi kebutuhan benih secara mandiri tanpa bergantung pada pihak luar. Ini juga upaya PT IMIP menjaga konservasi keanekaragaman hayati lokal,” kata Rian, Sabtu (18/8/2026).

Sebagai pengelola kawasan industri nikel terbesar di Asia Tenggara, PT IMIP meluaskan agenda penghijauan hingga ke luar zona perusahaan. Rian memaparkan tiga metode distribusi bibit siap tanam.

Pertama, penanaman langsung di sepanjang jalur transportasi dan ratusan taman jalan kawasan industri. Kedua, penyaluran bibit ke seluruh tenant untuk area RTH masing-masing. Ketiga, pembagian bibit gratis kepada masyarakat di luar kawasan.

“Masyarakat cukup mengajukan surat melalui Pemerintah Daerah untuk pendataan jenis dan tujuan penyaluran bibit,” jelas Rian.

Ke depan, nursery PT IMIP menargetkan penghentian penggunaan kantong plastik (polybag) sekali pakai. Perusahaan beralih ke pot ramah lingkungan (polypot) yang dapat terpakai berulang kali demi mengurangi sampah plastik.

Selain itu, nursery IMIP memproduksi sarana pengendalian hama secara alami, seperti insektisida dan herbisida nabati dari bahan herbal.

“Langkah ini menjadikan nursery PT IMIP bukan hanya pusat produksi tanaman, melainkan pusat konservasi, inovasi, dan pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan,” tegas Rian.