PEMERINTAH Kabupaten Parigi Moutong menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla. Status ini berlaku dari Kecamatan Palasa hingga Moutong.
Pemerintah daerah mengambil langkah ini guna merespons kemarau panjang dan fenomena El Nino di kawasan tersebut.
Pemerintah mengumumkan penetapan status dalam rapat koordinasi di Kantor BPBD Parigi Moutong, Rabu (26/8/2026).
Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran, memimpin rakor ini secara virtual. Perwakilan BPBD, Forkopimda, TNI, dan BMKG turut menghadiri rapat.
“Kami menetapkan siaga darurat kekeringan dan karhutla di Palasa hingga Moutong karena hujan belum turun,” ujar Rivai.
Instruksi Penanganan Lintas Sektor
Menanggapi kondisi ini, Sekda Zulfinasran menginstruksikan seluruh perangkat daerah segera bertindak di lapangan.
Ia meminta armada mobil tangki menyuplai air bersih ke titik rawan kekeringan. Petugas juga memaksimalkan sosialisasi Call Center 112.
Selain itu, Dinas terkait harus mendata lahan terdampak dan mengontak Balai Wilayah Sungai untuk menyediakan pompa air.
Dinas Kesehatan memantau potensi penyakit, sementara Dinas Ketahanan Pangan menjaga ketersediaan stok pangan daerah.
Peringatan BMKG Puncak Kemarau September
Kepala BMKG Sis Aljufri Palu, Taufiq Hidayah, menyebut September sebagai puncak musim kemarau di Parigi Moutong. Parigi bagian selatan mencatat potensi hujan ringan hingga 29 Agustus. Cuaca kembali mengering mulai 1 September.
BMKG menandai wilayah utara seperti Palasa, Tinombo, Bolano, hingga Moutong sebagai zona risiko tinggi karhutla.
Pemkab Parimo menyiagakan seluruh personel dan sarana demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kemarau.














