PENELITI dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences, Tang Tingwei, mengungkap keberadaan patahan raksasa di bawah permukaan Bumi Sulawesi yang berpotensi memicu tsunami besar.
Temuan berbasis analisis sinyal sensor ini mengonfirmasi bahwa Patahan Palu-Koro membentang hingga ke dasar laut dan membelah kerak Bumi di bawah lautan.
Keterhubungan antara patahan di pesisir Sulawesi dan sistem sesar di laut ini memperluas jangkauan potensi guncangan gempa, sekaligus meningkatkan risiko tsunami di wilayah tersebut.
Ketebalan Kerak Bumi yang Kontras
Di bawah Laut Sulawesi, ketebalan kerak Bumi tercatat hanya sekitar 8 kilometer jauh lebih tipis ketimbang area sekitarnya yang mencapai 26 kilometer.
“Semakin ke utara, kedalaman patahan ini makin bertambah hingga 30 kilometer. Perbedaan struktur ini menandakan bahwa Patahan Palu-Koro menyambungkan beberapa sistem sesar yang berbeda,” kata peneliti itu dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (28/8/2026).
Satu sisi patahan berdiri di atas dasar laut yang tipis, sementara sisi lainnya menumpu pada kerak benua yang jauh lebih tebal. Perbedaan ketebalan ini krusial secara geologis, sebab akumulasi tekanan gempa umumnya terpusat pada area gesekan antara dua jenis kerak tersebut.
Mengapa Tsunami Palu 2018 Begitu Dahsyat?
Temuan ini sekaligus menjawab teka-teki tsunami dahsyat yang melanda pesisir barat Sulawesi seusai gempa Palu pada 28 September 2018.
Kala itu, ketinggian gelombang mencapai nyaris 11 meter, sebuah fenomena yang tidak biasa untuk gempa berkarakter pergeseran menyamping (strike-slip), yang umumnya hanya memindahkan sedikit volume air.
Struktur patahan yang menghujam dalam terbukti membuat dasar laut “bengkok” dan melekuk ke bawah secara drastis. Saat gempa 2018 terjadi, pergeseran patahan berlangsung sangat cepat hingga masuk dalam kategori supershear.
Kecepatan pergeseran yang ekstrim ini tak hanya melipatgandakan tingkat kerusakan di darat, tetapi juga merambat ke sistem sesar di Laut Sulawesi.
Akibatnya, pergerakan vertikal di dasar laut memicu gelombang tsunami besar yang memporak-porandakan kawasan pesisir.














