Ekonomi

OJK Catat Partisipasi 10 Juta Warga dalam Edukasi Keuangan Sepanjang 2025–2026

×

OJK Catat Partisipasi 10 Juta Warga dalam Edukasi Keuangan Sepanjang 2025–2026

Sebarkan artikel ini
Kantor OJK. Foto: HO

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat capaian signifikan dalam program edukasi dan literasi keuangan pada 1 Januari 2025–31 Januari 2026.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi, M Ismail Riyadi, OJK menyelenggarakan 7.130 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 10.093.603 peserta di seluruh Indonesia.

Selain itu, OJK memanfaatkan platform digital Sikapi Uangmu untuk menyebarkan konten edukasi keuangan melalui minisite dan aplikasi. Platform ini menerbitkan 373 konten yang menjangkau 3.782.998 viewers.

Selain platform digital, OJK juga menjalankan Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) dengan 44.134 pengguna aktif.

“Para peserta mengakses modul 31.004 kali dan meraih 18.640 sertifikat kelulusan,” kata Ismail yang dikutip Eranesia.id dari siaran pers, Minggu (15/2/2026).

Sementara itu, program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) menjadi inisiatif utama OJK. Selama periode yang sama, OJK menyelenggarakan 60.690 kegiatan GENCARKAN dan menjangkau 339,3 juta peserta.

Program ini meliputi 37.930 edukasi keuangan langsung dan 22.760 konten digital. Dengan demikian, program ini menjangkau 505 dari 514 kabupaten/kota atau 98,24 persen wilayah di Indonesia.

Selain literasi, OJK mendorong inklusi keuangan melalui kolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Bersama Kementerian Dalam Negeri dan stakeholder terkait, OJK membentuk TPAKD di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Beberapa inisiatif OJK pada Januari 2026 antara lain:

  1. Edukasi keuangan di SMA Taruna Nusantara Magelang (6 Januari) dengan tema “Literasi Keuangan Kuat, Indonesia Hebat: Siswa SMA Taruna Nusantara Menuju Generasi Emas 2045”. Kegiatan ini diikuti sekitar 900 siswa, siswi, dan pengajar.
  2. Capacity Building TPAKD Provinsi DKI Jakarta (29 Januari), dihadiri OJK, Dewan Nasional Keuangan Inklusif, Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan ini menyelaraskan kebijakan dengan Roadmap TPAKD 2026–2030, menetapkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD), dan mempercepat pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif di Kepulauan Seribu.
  3. Sosialisasi dan refreshment program KEJAR kepada Bank Umum di Jakarta (29 Januari) dan secara virtual kepada BPD serta BPR/S (30 Januari). Kegiatan ini mengevaluasi KEJAR 2025, merencanakan implementasi 2026, berbagi pengalaman pemenang KEJAR Award, serta melatih dan memandu simulasi pelaporan program.
  4. Sosialisasi laporan literasi dan inklusi keuangan melalui SiPEDULI (13 Januari) secara virtual kepada seluruh PUJK untuk meningkatkan kepatuhan pelaksanaan dan pelaporan program.

Program edukasi dan inklusi keuangan OJK meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan. Selain itu, program ini mendukung pengembangan ekonomi digital serta inklusif di seluruh Indonesia.

Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan