WAKIL Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) masa baktI 2026–2031
memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan memacu investasi, hilirisasi, dan pengembangan potensi ekonomi daerah.
“Pemprov Sulteng sangat menghargai dan siap berkolaborasi dengan Kadin pusat maupun Kadin Sulteng,” ujar Reny dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (17/9/2026).
Ia menilai, pengembangan ekonomi Sulteng tidak boleh hanya bergantung pada sektor pertambangan.
Sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, perikanan, hingga komoditas durian dan rumput laut perlu garapan serius demi memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Guna memperkuat ketahanan pangan, Pemprov Sulteng menargetkan pencetakan 3.000 hektare sawah baru. Program ini bertujuan menjadikan Sulteng sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Di sektor tambang, Reny menekankan pentingnya hilirisasi total. Ia menolak pengiriman komoditas tambang dalam bentuk mentah atau setengah jadi.
“Pemerintah daerah ingin pengelolaan nikel tuntas di lokasi industri agar nilai jualnya jauh lebih tinggi,” tegasnya.
Reny juga menyatakan keterbukaan Pemprov Sulteng terhadap para investor yang ingin masuk ke daerah. Pihaknya berjanji tidak akan mempersulit izin investasi selama investor mematuhi aturan hukum.
Sebagai langkah konkret mendorong ekonomi kerakyatan, Reny mengumumkan rencana pertemuan 1.000 UMKM se-Sulteng pada 28 September mendatang. Agenda ini dirancang untuk menyiapkan pelaku UMKM lokal menembus pasar ekspor.













