PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari–Agustus 2026. Pertumbuhan arus penumpang menopang capaian ini dengan kenaikan 12,9% (year-on-year), dari 5,33 juta menjadi 6,02 juta orang.
Trafik kapal bertumbuh 5,3% mencapai 294,82 juta gross tonnage (GT) dari 80.023 kunjungan. Arus peti kemas menguat 3,9% menjadi 1,70 juta TEUs atau 1,43 juta boks.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menjelaskan capaian ini mencerminkan kuatnya aktivitas logistik di Indonesia timur. Capaian ini sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam menjaga kelancaran perdagangan nasional.
“Pertumbuhan ini membuktikan peran vital pelabuhan mendukung mobilitas warga dan barang. Kami terus mendorong tiap cabang responsif menangkap peluang komoditas di wilayahnya,” kata Azis dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (17/9/2026).
Lima Cabang Pertumbuhan Tertinggi:
- Trafik Kapal (GT): Pelabuhan Ternate melonjak 302,3% (14,79 juta GT), menyusul Pantoloan (20%), Samarinda (14,1%), Merauke (12,4%), dan Bontang (10,4%).
- Peti Kemas (TEUs): Makassar New Port (MNP) memimpin dengan 24,2% (317.219 TEUs) berkat muatan nikel dan hasil pertanian. Parepare menduduki posisi berikutnya (16,3%), menyusul Kendari (15,7%), Jayapura (11,2%), dan Merauke (10,6%).
- Barang Nonpetikemas (Ton): Pelabuhan Manado melambung 171,2% (145.532 ton) seiring lonjakan pengiriman ke Halmahera, menyusul Jayapura (101,3%), Samarinda (93,4%), Parepare (28%), dan Makassar (4,6%).
- Penumpang (Orang): Pelabuhan Kendari mencatat kenaikan tertinggi 34,5% (494.119 orang) berkat rute baru ke Konawe Kepulauan, menyusul Ambon (18,9%), Parepare (17,8%), Balikpapan (12,6%), dan Makassar (9,8%).
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan pembukaan rute, tambahan layanan, dan aktivitas komoditas memicu pertumbuhan cabang.
“Tambahan layanan peti kemas, kenaikan kegiatan batu bara, general cargo, serta rute baru memicu pertumbuhan di berbagai cabang,” kata Yusida.
Perseroan tetap mencermati beberapa indikator yang belum mencapai target, khususnya trafik barang nonpetikemas dan peti kemas di cabang tertentu.
“Kami terus berkoordinasi dengan pengguna jasa, pelayaran, dan pemangku kepentingan daerah demi mengoptimalkan muatan hingga akhir tahun,” tutup Yusida.













