Nasional

Dampak Karhutla: Kasus ISPA Tembus 113 Ribu di Tujuh Provinsi

×

Dampak Karhutla: Kasus ISPA Tembus 113 Ribu di Tujuh Provinsi

Sebarkan artikel ini
Petugas dari Basarnas Palu berusaha memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Desa Sibualong, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (2/9/2026) malam. Dok: Basarnas Palu.

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 9 September 2026.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, mengonfirmasi bahwa kasus-kasus tersebut tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terpapar.

“Update per 9 September 2026, terdapat 113.336 total kasus kumulatif ISPA di wilayah terdampak karhutla,” ujar Widyawati dalam konferensi pers penanganan bencana, Kamis (10/9/2026).

Pada tanggal 9 September saja, tercatat 4.080 kasus baru. Dari total akumulasi kasus, sebanyak 26.545 pasien merupakan balita (0–5 tahun), sementara 86.791 kasus lainnya menyerang kelompok usia di atas lima tahun.

Tujuh provinsi yang berada dalam pemantauan ketat meliputi:

  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Jambi
  • Riau
  • Sumatera Selatan

Widyawati mengimbau warga mematuhi protokol kesehatan udara, mengingat polusi kabut asap berisiko memicu ISPA, pneumonia, asma, hingga iritasi mata dan kulit.

Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan

Guna mengantisipasi lonjakan pasien, Kemenkes menyiagakan ribuan fasilitas pelayanan kesehatan:

  • 1.691 Puskesmas
  • 360 Rumah Sakit Rujukan
  • 87 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (untuk pengujian kualitas udara)

Masyarakat di kawasan terdampak diimbau agar selalu mengenakan masker saat keluar rumah, rutin memantau indeks kualitas udara (IKU), memperbanyak konsumsi air putih, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas.