EkonomiNasional

Capacity Building di Jakarta: KPwBI Sulteng Paparkan Tugas dan Soroti Potensi Ekonomi Daerah

×

Capacity Building di Jakarta: KPwBI Sulteng Paparkan Tugas dan Soroti Potensi Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah, Glenn Nathaniel Pandelaki. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

DEPUTI Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah, Glenn Nathaniel Pandelaki, menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi. Sinergi ini krusial guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Glenn menyampaikan pesan tersebut saat membuka Capacity Building Keprotokolan, Kehumasan, dan APH se-Sulteng di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Ia mengapresiasi kehadiran para peserta sebagai mitra strategis KPwBI Sulteng.

Glenn juga memaparkan perbedaan BI dan bank umum. BI merupakan lembaga negara independen yang tidak mencari profit. Sebaliknya, bank umum berfokus menghimpun dana, menyalurkan kredit, dan mengejar keuntungan.

“Secara historis, BI bermula dari De Javasche Bank pada abad ke-19. Pemerintah lalu meresmikan nasionalisasinya menjadi Bank Indonesia pada 1 Juli 1953,” ujarnya.

Peran BI terus bertransformasi melewati krisis 1998, krisis global 2008, hingga pandemi COVID-19. Lewat UU P2SK, mandat BI kini makin tegas. BI bertugas mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta sektor riil.

Glenn membeberkan tiga pilar utama tugas BI:

  1. Menjaga kestabilan nilai rupiah melalui pengendalian inflasi dan kurs.
  2. Menjaga kelancaran serta kestabilan sistem pembayaran digital.
  3. Menjaga kestabilan sistem keuangan melalui kebijakan makroprudensial.

Di sisi makro, gejolak geopolitik dan harga minyak masih menekan ekonomi global. Meski begitu, ekonomi Sulawesi Tengah tetap tumbuh positif.

Industri pengolahan nikel menjadi motor utama dengan pertumbuhan 5,06 persen pada triwulan II. Capaian ini menopang target pertumbuhan nasional sebesar 8 persen.

Selain nikel, Glenn mendorong optimalisasi komoditas unggulan lain. Sektor kakao, durian, dan perikanan memiliki prospek besar guna menopang ekonomi Sulteng.