EkonomiOlahraga

Tiket Final Piala Dunia 2026 Seharga Rp570,4 Juta, FIFA Dikritik

×

Tiket Final Piala Dunia 2026 Seharga Rp570,4 Juta, FIFA Dikritik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penonton memperlihatkan tiket piala dunia 2026. Dok: AI Gemini/Eranesia.id

FIFA menaikkan harga tiket kategori premium untuk final FIFA World Cup 2026 hingga hampir tiga kali lipat. Kenaikan itu memicu kritik dari penggemar hingga politikus di Amerika Serikat.

Berdasarkan daftar harga per Kamis, 7 Mei 2026, tiket laga final yang berlangsung pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium mencapai USD32.970 atau sekitar Rp570,4 juta.

Melalui situs resminya, FIFA menempatkan kursi premium tersebut dalam kategori “Kategori Depan Satu”. 

Sebelumnya, FIFA menjual tiket kategori serupa seharga USD10.990. Kini, harga itu hanya berlaku untuk kursi dengan akses khusus pengguna kursi roda.

FIFA juga mematok harga tinggi untuk pertandingan semifinal. Tiket semifinal di AT&T Stadium dan Mercedes-Benz Stadium dijual mulai USD2.705 hingga USD11.130.

Sementara itu, tiket fase grup yang melibatkan tim tuan rumah Amerika Serikat berada di kisaran USD840 sampai USD2.970. Informasi tersebut muncul dalam laporan AsiaOne pada Jumat, 8 Mei 2026.

Presiden FIFA Gianni Infantino membela kebijakan harga tersebut. Dalam konferensi Global Milken Institute di Beverly Hills, California, ia menyebut pasar hiburan di AS menjadi alasan utama penyesuaian harga tiket.

Infantino menilai harga murah justru memicu praktik penjualan ulang di pasar sekunder. Menurut dia, banyak pihak membeli tiket resmi untuk dijual kembali dengan harga jauh lebih mahal.

“Di AS, penjualan kembali tiket diperbolehkan. Jika harga terlalu rendah, orang akan menjualnya kembali dengan harga jauh lebih tinggi,” kata Infantino dikutip dari Mediaindonesia.com, Kamis (14/5/2026). 

Ia juga membandingkan harga tiket olahraga kampus di AS. Menurutnya, penonton kini sulit menemukan tiket pertandingan olahraga perguruan tinggi dengan harga di bawah USD300.

Fenomena harga fantastis di pasar sekunder memang sudah terlihat. Pada platform resmi jual beli dan pertukaran tiket FIFA, seseorang menawarkan tiket final di tribun atas dengan harga mencapai USD11,4 juta.

FIFA memang tidak mengatur harga jual ulang dari pemilik tiket. Namun, organisasi itu tetap memperoleh keuntungan dari biaya transaksi sebesar 15 persen untuk pembeli dan penjual.

Saat menanggapi penjualan tiket bernilai jutaan dolar, Infantino melontarkan candaan.

“Jika seseorang membeli tiket final seharga USD2 juta, saya pribadi akan membawakan hot dog dan Coca-Cola,” ujar Infantino.

Protes

Kebijakan tiket FIFA juga memicu reaksi keras dari kalangan politikus AS. Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Frank Pallone dan Nellie Pou, mengirim surat resmi kepada Infantino. Mereka meminta FIFA membuka transparansi sistem penjualan tiket paling lambat 22 Mei 2026.

Kedua politikus itu menilai proses penjualan tiket tidak transparan. Mereka juga menuding FIFA memakai sistem harga dinamis, menampilkan peta kursi yang membingungkan, dan membatasi pasokan tiket agar terlihat langka. 

Strategi itu dinilai mendorong penggemar membeli tiket lebih cepat dengan harga tinggi.

Sumber : Mediaindonesia.com | Editor : Muh Taufan