PENGURUS Besar (PB) Alkhairaat Palu terus memantapkan persiapan pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 yang akan berlangsung pada 1 April 2026.
Kegiatan tahunan ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi Abnaul Khairaat serta masyarakat luas dari pelbagai daerah.
Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaluddin Mariadjang, menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan secara matang menjelang puncak peringatan.
“Panitia memulai rangkaian kegiatan dengan Festival Raudhah pada 28 Maret dan akan mencapai puncaknya pada 1 April 2026,” ujarnya kepada sejumlah jurnalis di Palu, Kamis (26/3/2026).
Jamaluddin menambahkan, panitia terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran acara. Panitia juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur keamanan, kesehatan, hingga kebersihan, untuk mendukung kegiatan berskala besar tersebut.
Sementara itu, Ketua PB Alkhairaat sekaligus Panglima Garda Alkhairaat, Husen Habibu, menjelaskan sejumlah pejabat tinggi negara akan menghadiri Haul Guru Tua tahun ini.
“Beberapa menteri akan hadir, di antaranya Menteri Sosial, Menteri ATR, Menteri Agama, Menteri UMKM, serta Menteri Kebudayaan. Selain itu, Ketua BPK RI dan sejumlah gubernur dari kawasan timur Indonesia juga akan turut hadir,” ungkapnya.
Panitia memperkirakan sekitar 60.000 jemaah akan memadati perhelatan ini. Untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung, panitia memaksimalkan persiapan teknis, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan.
Panitia menyiapkan 10 unit ambulans dan 5 pos kesehatan untuk memberikan layanan medis kepada para jemaah.
Kegiatan ini juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Perwakilan umat non-Muslim ikut berpartisipasi dengan membantu pembagian makanan kepada jemaah sebagai wujud nyata toleransi dan kebersamaan dalam peringatan Haul Guru Tua.
Dengan persiapan yang semakin matang, PB Alkhairaat berharap Haul Guru Tua ke-58 dapat berjalan lancar, aman, serta memberi manfaat spiritual sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













