LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu menurunkan 300 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanahan. Salah satu fokus utama program ini adalah mengidentifikasi tanah wakaf di Provinsi Sulawesi Tengah.
Ketua LPPM UIN Datokarama, Dr Sahran Raden, menjelaskan, terdapat sekitar 800 tanah wakaf di wilayah Kota Palu yang belum tersertifikasi. Tanah wakaf tersebut meliputi yayasan, madrasah, tempat pemakaman umum, dan rumah ibadah.
“Tugas mahasiswa KKN Tematik adalah mengidentifikasi tanah-tanah tersebut. Mereka juga membantu mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf di Sulteng,” ujar Sahran di Palu, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, KKN Tematik Pertanahan ini merupakan bentuk pengabdian spesifik. Mahasiswa tidak hanya hadir secara fisik, tetapi membawa misi untuk membantu validasi data, pemetaan, dan sosialisasi pentingnya sertifikasi tanah.
KKN Tematik Pertanahan akan dilaksanakan sepanjang April 2026 bekerja sama dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Tengah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu pengurusan Akta Ikrar Wakaf (AIW) bagi tanah wakaf baru. Untuk tanah wakaf yang sudah memiliki AIW, mahasiswa membantu proses lanjutannya hingga diterbitkan sertifikat oleh BPN tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Program ini merupakan implementasi dari MoU antara Rektor UINDak Palu, Profesor Lukman S Thahir, dengan Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid.
Selanjutnya, MoU ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ketua LPPM UINDak Palu, Dr Sahran Raden, dan Kepala Kanwil BPN/ATR Provinsi Sulteng, Muhammad Naim.
Advertorial | Editor : Muh Taufan














