Regional

Disdikbud Pastikan Seluruh Lulusan SD di Palu Masuk SMP

×

Disdikbud Pastikan Seluruh Lulusan SD di Palu Masuk SMP

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Hardi. Foto: Rusdia/Eranesia.id

FENOMENA Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Palu memicu perhatian serius pemerintah. Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Hardi, membawa kabar baik. 

Ia menjamin seluruh lulusan Sekolah Dasar (SD) tahun ajaran 2026 bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hardi menegaskan, lulusan SD di Palu tidak punya alasan untuk putus sekolah. Dinas terkait menilai daya tampung SMP saat ini sudah sangat mencukupi.

“Kalau di Kota Palu, saya pastikan tidak ada anak yang lulus SD kemudian tidak sekolah,” tegasnya kepada Eranesia.id di Palu, Kamis (2/7/2026). 

Data Disdikbud Palu mencatat jumlah lulusan SD tahun 2026 mencapai 5.919 siswa. Sementara itu, sekolah negeri menyediakan sekitar 5.656 kursi SMP. 

Angka ini menyisakan selisih sekitar 263 siswa. Namun, hitungan tersebut baru mencakup kapasitas sekolah negeri. Panitia belum memasukkan daya tampung sekolah swasta yang jumlahnya setara dengan sekolah negeri.

Tingginya Minat Masyarakat

Hardi optimistis kuota sekolah swasta mampu menampung seluruh sisa lulusan SD tersebut. Dengan demikian, tidak ada anak yang akan kehilangan kesempatan belajar.

Mantan Kepala SMPN 1 Palu ini menjelaskan bahwa persoalan utama bukan berasal dari kurangnya daya tampung. 

“Masalah justru muncul dari tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah tertentu yang mereka anggap favorit,” ujarnya. 

Oleh karena itu, Hardi mengimbau masyarakat agar tidak terpaku pada satu sekolah saja. Dirinya menjamin kualitas pendidikan di seluruh SMP Kota Palu sudah merata. 

Pemerintah telah menempatkan kepala sekolah berkompeten yang memiliki inovasi, kreativitas, serta kemampuan kepemimpinan mumpuni.

Sebagai contoh, Hardi menyebut sejumlah sekolah yang terus mengukir prestasi, seperti SMP Negeri 8, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 9. 

Beberapa tahun lalu, sekolah-sekolah ini sepi peminat. Sekarang, masyarakat justru memburu sekolah tersebut hingga jumlah pendaftar melonjak ratusan orang.

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan di luar pusat Kota Palu semakin meningkat,” ungkapnya. 

Sekolah Pinggiran Jadi Incaran

Hardi juga memaparkan capaian Rapor Pendidikan Tahun 2025. Sejumlah sekolah di kawasan pinggiran Kota Palu justru mencatatkan hasil yang sangat baik. 

Beberapa di antaranya bahkan sukses meraih program bantuan peningkatan mutu pendidikan, seperti SMP Negeri 6 dan SMP Madani. Prestasi ini menjadi indikator nyata melesatnya kualitas pendidikan di sana.

Hardi menjelaskan, dinas terkait terus menggenjot mutu pendidikan secara merata di semua sekolah. Langkah ini bertujuan agar setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan berkualitas tanpa harus berebut masuk sekolah favorit.

Oleh karena itu, Hardi mengajak para orang tua agar tidak ragu mendaftarkan anak mereka ke sekolah yang tersedia.

“Di mana pun Bapak dan Ibu menyekolahkan anaknya, saya yakin selama anak memiliki kemauan belajar dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik, mereka akan mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan mampu berkembang sesuai potensinya,” pungkasnya.