DUA lagi penumpang KM Nurul Salsa ditemukan dalam kondisi selamat. Sebelumnya, kapal motor itu tenggelam di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan hingga menghanyutkan mereka, Rabu (15/7/2026) dini hari. Keduanya bertahan hidup setelah lima hari terombang-ambing di lautan lepas.
Kedua korban merupakan ibu dan anak. Mereka adalah Nurmiati (46) dan Asmal alias Jamsal (24). Keduanya adalah warga Dusun Tanganga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kapal nelayan KM Bari Baria 05 menyelamatkan mereka di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Tangaya, Kabupaten Pangkep. Pertemuan itu terjadi, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Saat menyelamatkan diri, kedua korban mengapung di atas selembar gabus sambil mengenakan jaket pelampung.
Saat ditemukan keduanya dalam kondisi lemas. Mereka telah berhari-hari berjuang melawan ganasnya ombak lautan lepas.
Seusai kapal nelayan menyelamatkan korban, tim SAR kemudian mengevakuasi keduanya menggunakan KRI Marlin 877. Mereka membawa keduanya menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Di sana, tim medis langsung memberikan penanganan darurat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan, penemuan dua korban adalah buah dari kerja keras dan pencarian intensif seluruh unsur SAR di lapangan.
“Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR, kami menemukan dua korban dalam keadaan selamat. Kami terus mengoptimalkan seluruh unsur dan alat utama. Semoga tim bisa segera menemukan korban lain yang masih hilang,” terang Andi dalam keterangan resminya.
Satu hari sebelumnya, tim gabungan juga menyelamatkan lima korban. Penyelamatan dua korban baru ini mengubah data sementara manifes kapal. Di mana, tim SAR mencatat 59 orang selamat, satu meninggal dunia, dan 18 orang masih hilang.
Operasi Diperluas
Hingga saat ini, tim gabungan terus menggencarkan operasi SAR. Pencarian hari kelima menyisir area seluas 1.305 nautical mile persegi (nm2). Tim membagi area pencarian tersebut ke dalam empat sektor.
Basarnas mengerahkan sejumlah armada untuk pencarian. Armada tersebut mulai dari KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, hingga KRI Hiu 634. Operasi ini juga mendapat dukungan penuh dari TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, serta kapal nelayan setempat.
Kondisi cuaca saat ini kurang bersahabat. Gelombang laut di lokasi bahkan mencapai dua hingga tiga meter. Meski begitu, Basarnas Makassar memastikan hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim gabungan. Mereka terus mencari seluruh korban yang tersisa.













