KABUPATEN Parigi Moutong (Parimo) resmi mematahkan anggapan bahwa Posyandu hanya sebatas tempat menimbang balita dan mengukur tinggi badan.
Melalui agenda Soft Launching di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Rabu (22/7/2026), Posyandu Parimo resmi bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Inovasi ini mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum), hingga layanan sosial di tingkat akar rumput.
Bupati Parimo, Erwin Burase, menunjukkan komitmen kuatnya dengan hadir langsung di lokasi seusai menempuh perjalanan dinas dari Jakarta.
“Posyandu kini tidak lagi hanya menjadi urusan Dinas Kesehatan semata, melainkan kerja kolaboratif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu SPM. Soft launching ini adalah momentum krusial untuk menguji kesiapan sistem dan kader di lapangan sebelum Grand Launching nanti,” tegas Erwin.
Alur Inovasi 6 Meja Pelayanan Posyandu
Ketua Pembina Posyandu sekaligus Ketua TP-PKK Kabupaten Parimo, Hestiwati Nanga, menjelaskan bahwa inovasi ini mengacu pada Permendagri nomor 13 Tahun 2024.
Pemerintah Daerah memilih Desa Masari sebagai percontohan (role model) pertama karena menilai desa ini paling siap.
Pelayanan di Posyandu kini berjalan melalui alur 6 Meja Pelayanan, yaitu:
- Meja 1 (Pendidikan): Tempat pelaporan isu pendidikan anak (misal: anak putus sekolah atau kebutuhan sarana PAUD).
- Meja 2 (Kesehatan): Pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu, anak, dan lansia.
- Meja 3 (Perumahan & Permukiman): Pendataan dan pengaduan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
- Meja 4 (Pekerjaan Umum): Pelaporan kondisi infrastruktur dasar pemukiman dan lingkungan.
- Meja 5 (Trantibum / Satpol PP): Layanan aduan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.
- Meja 6 (Sosial): Pendataan bantuan sosial serta isu pemerataan kesejahteraan.
“Masyarakat cukup datang ke Posyandu. Kader akan menampung laporan dan meneruskannya secara berjenjang ke Kepala Desa, Camat, hingga menjadi rumusan di Musrenbang,” jelas Hestiwati.
Parimo Masuk 100 Daerah Prioritas Kemensos RI
Di sela acara, Bupati Erwin turut membagikan kabar gembira dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat memasukkan Kabupaten Parigi Moutong ke dalam daftar 100 daerah prioritas program strategis Kementerian Sosial RI.
Program strategis tersebut mencakup pembangunan Sekolah Rakyat berkapasitas 2.000 siswa (bagi masyarakat kategori Desil 1 dan 2), program bedah rumah, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
Transformasi Posyandu ini menjadi wujud nyata visi Pemerintah Daerah Parigi Moutong. Pemerintah daerah berharap seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa dapat merasakan kehadiran negara dan kualitas pelayanan publik secara mudah, cepat, dan merata.













