UNIVERSITAS Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu mendukung pengembangan ekonomi lokal. Kampus menunjukkan komitmen ini secara berkelanjutan.
Melalui Pusat Pendampingan Produk Halal LPPM, UINDak membantu pelaku usaha di Sulawesi Tengah. Lembaga ini membantu UMKM meraih sertifikasi halal.
“UIN Datokarama mendampingi para pelaku UMKM di Sulawesi Tengah. Kami membantu UMKM memperoleh sertifikat halal secara gratis dan efisien,” ujar Kepala Pusat Pendampingan Produk Halal LPPM UINDak, Siti Rabiatul Adawiyah, di Palu, Rabu (22/7/2026).
Siti menjelaskan bahwa sertifikasi halal memiliki peran strategis. Sertifikat ini menjaga keberlanjutan bisnis UMKM. Sertifikat halal memperluas jangkauan pasar produk lokal. Kepercayaan konsumen kepada pelaku usaha pun meningkat.
Dampingi 2.545 Pelaku Usaha
UINDak menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) dan BPJPH. Kerja sama ini mempercepat proses sertifikasi halal di Sulteng.
Tahun lalu, kerja sama ini merekrut 116 pendamping baru. Langkah tersebut menambah kekuatan tim menjadi 200 tenaga pendamping.
Hingga saat ini, UINDak mengawal 2.545 pelaku usaha di Sulteng. Seluruh pelaku usaha tersebut berhasil mengantongi sertifikat halal.
Sinergi Lintas Sektor
UINDak melibatkan pemerintah daerah di seluruh wilayah Sulteng demi mendorong pencapaian tersebut. Pihaknya menggalakkan sosialisasi secara gencar.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu menjadi salah satu mitra strategis UINDak. Mitra ini membantu pelaksanaan sosialisasi sertifikasi halal.
Sinergi ini memberikan edukasi kepada 20 pelaku usaha di Kota Palu. Produk para pelaku usaha tersebut belum mengantongi sertifikat halal.
“Sertifikat halal memberikan dampak signifikan bagi perkembangan bisnis UMKM. Label halal menjadi kunci produk lokal menembus ritel modern dan pusat oleh-oleh,” ungkap Siti.
Pendampingan ini menjadi bukti nyata komitmen UINDak Palu. Perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan akademis. Perguruan tinggi juga memberikan kontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat.













