SUASANA penuh warna, semangat, dan kemeriahan mewarnai fashion show Batik Saga dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini digelar di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (15/8/2026) pukul 10.00 WITA.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Parigi Moutong menyelenggarakan kegiatan yang diikuti 44 peserta.
Para peserta merupakan perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, KPU, serta Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong.
Sejak para peserta melangkah ke panggung, perhatian penonton langsung tertuju pada deretan busana bermotif Batik Saga khas Parigi Moutong.
Perpaduan desain yang apik, ekspresi peserta, tata panggung, dan keberanian tampil berhasil menciptakan atmosfer kompetisi yang meriah sekaligus kompetitif.
Batik Saga pun menjadi pusat perhatian utama. Motif khas daerah ini tampil memukau dalam beragam kreasi busana, sekaligus membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal Parigi Moutong mampu bersaing dalam dunia mode.
Ketua Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, menyampaikan apresiasinya kepada panitia dan seluruh pihak yang menyukseskan acara ini.
“Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada penyelenggara yang telah membuat ide fashion show. Ini juga menjadi salah satu bentuk promosi motif batik kita,” ujar Hestiwati.
Ia menegaskan bahwa upaya mengenalkan Batik Saga tidak berhenti pada ajang ini saja. Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong terus mendorong agar motif batik daerah memperoleh perlindungan hukum serta makin dikenal luas oleh masyarakat.
Hestiwati menambahkan, proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk motif Batik Saga telah diproses melalui Kementerian Hukum dan HAM.
“Untuk HAKI-nya kita sudah mengurus juga ke Kementerian Hukum. Alhamdulillah, pada 17 Agustus besok Kementerian Hukum dan HAM akan menyerahkan HAKI kepada kita, Dekranasda,” jelasnya.
Penyerahan tersebut makin menegaskan bahwa Batik Saga bukan sekadar ragam hias kain, melainkan identitas, kreativitas, dan warisan budaya Kabupaten Parigi Moutong yang wajib dijaga serta dipromosikan secara berkelanjutan.
Persaingan berlangsung dramatis saat para peserta dari setiap kategori memamerkan kreasi terbaik mereka. Riuh sorak penonton di auditorium kian menyemarakkan suasana hingga dewan juri menetapkan para pemenang.
Kategori Pejabat Berpasangan 1. Juara 1: Bapenda 2. Juara 2: Inspektorat 3. Juara 3: Prokopim 4. Juara 4: Dinas Kesehatan 5. Juara 5: DLH 6. Juara 6: Bappeda
Kategori Pejabat Tunggal 1. Favorit 1: Disporapar 2. Favorit 2: Dinas Ketahanan Pangan 3. Favorit 3: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 4. Favorit 4: DLH 5. Favorit 5: Dinas Koperasi 6. Favorit 6: DPRD
Kategori Staf 1. Juara 1: Dikbud 2. Juara 2: Disporapar 3. Juara 3: BPKAD 4. Juara 4: BPBD 5. Juara 5: Dispusaka 6. Juara 6: Renkeu
Rangkaian acara ditutup dengan peragaan spesial dari Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong. Penampilan penutup ini memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya lokal dapat dikemas secara kreatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman.














