SEKRETARIS Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menghadiri rapat kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Dalam forum strategis tersebut, Zulfinasran memaparkan tantangan penanganan kesehatan di wilayahnya termasuk rendahnya capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) yang baru menyentuh 40 persen akibat luasnya wilayah dan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan (nakes).
Guna menekan tingginya angka mutasi nakes ke wilayah perkotaan, Zulfinasran mengajukan dua usulan konkret kepada Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Sulteng.
“Pertama kami memohon dukungan APBN untuk penyediaan hunian layak bagi nakes yang bertugas di daerah terpencil. Dan kami minta diterapkan regulasi rotasi tugas nakes setiap 1–2 tahun agar pelayanan merata tanpa memicu pengajuan pindah permanen,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi masukan daerah dan menegaskan komitmen pusat untuk menggalakkan pemeriksaan Tuberkulosis (TB) di Sulteng.
Kemenkes menyiapkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 508 lokasi se-Sulteng sebagai bagian dari gerakan nasional pengentasan TB.
“Setiap titik menyasar 100 orang dengan alokasi operasional Rp7,5 juta per kegiatan. Kami juga membuka ruang bagi swasta dan perguruan tinggi untuk memperkuat edukasi,” jelas Wamenkes.
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menyambut positif usulan Parigi Moutong dan menginstruksikan seluruh kepala daerah segera menginventarisasi masalah kesehatan di wilayah masing-masing.
“Ibu Wakil Gubernur akan mendampingi langsung ke Jakarta untuk mengawal program pembangunan puskesmas dan RSUD dari pusat. Khusus penanganan TB, saya minta setiap kabupaten/kota segera membentuk Satgas TB untuk memperketat monitoring,” tegasnya.














