Regional

Evaluasi Program Kerja, PGRI Kota Palu Wujudkan Organisasi Solid dan Transparan

×

Evaluasi Program Kerja, PGRI Kota Palu Wujudkan Organisasi Solid dan Transparan

Sebarkan artikel ini
Konferensi ini mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas, Mencetak Guru Bermutu Mewujudkan Generasi Unggul.” Sejumlah pejabat menghadiri kegiatan tersebut. Foto: Humas Pemkot Palu

PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palu menggelar Konferensi Kerja Kota (Konferkot) I Tahun 2026. Acara berlangsung di Palu, Senin (26/10/2026). Forum tahunan ini menjadi momentum penting bagi organisasi. Mereka mengevaluasi program kerja setahun terakhir. Selain itu, peserta merumuskan kebijakan organisasi untuk setahun ke depan.

Konferensi ini mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas, Mencetak Guru Bermutu Mewujudkan Generasi Unggul.” Sejumlah pejabat menghadiri kegiatan tersebut.

Di antaranya Ketua TP-PKK Kota Palu Diah Puspita dan Ketua PGRI Sulawesi Barat. Kepala Kantor Kemenag Kota Palu serta Ketua PGRI Kota Palu juga hadir.

Jajaran pengurus tingkat kota, kecamatan, hingga ranting turut meramaikan acara. Ratusan peserta memadati lokasi. Mereka meliputi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

Ketua PGRI Kota Palu, Eddy Siswanto, menegaskan status acara ini. Konker merupakan amanat resmi organisasi dengan landasan hukum kuat. Acara ini mengacu pada AD/ART serta keputusan Kongres PGRI.

“Keputusan Kongres PGRI menjadi pedoman tata kelola organisasi. Hal itu juga menjadi mandat pelaksanaan rencana kerja setahun ke depan,” ujar Eddy.

Eddy menjelaskan bahwa Konker I melibatkan seluruh cabang di Kota Palu. Cabang tersebut meliputi Palu Barat, Palu Timur, Palu Selatan, dan Palu Utara. Langkah ini bertujuan memperkuat sinergi organisasi.

“Kami ingin PGRI Kota Palu semakin solid bersama empat cabang. Dengan begitu, penguatan organisasi berjalan beriringan,” tambahnya.

Agenda utama konferensi adalah mengevaluasi program kerja. Forum juga memastikan pelaksanaan kewajiban organisasi tetap sesuai amanat. Selain evaluasi, peserta menerima laporan hasil pemeriksaan keuangan dari tim bendahara tiap cabang.

Hasil Konker akan menjadi dasar menetapkan APBO PGRI Kota Palu. Seluruh cabang menggunakan dokumen tersebut sebagai acuan kegiatan operasional.

“Tujuan utama Konker adalah memperkokoh organisasi dan kebersamaan. Pengurus sepakat menjadikan keputusan ini sebagai acuan bersama,” tegas Eddy.

Eddy berharap Konker tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan. Ia mendorong seluruh cabang menindaklanjuti hasil konferensi di wilayah masing-masing. Langkah ini penting agar pengurus menerapkan kebijakan organisasi secara merata.