Gaya Hidup

Waspada Hantavirus, Ancaman dari Tikus yang Bisa Menyebabkan Kematian

×

Waspada Hantavirus, Ancaman dari Tikus yang Bisa Menyebabkan Kematian

Sebarkan artikel ini
Gejala awal infeksi Hantavirus kerap mengecoh karena mirip penyakit umum. Penderitanya biasanya mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, serta tubuh terasa lemas. Dok: AI Gemini/Eranesia.id

PARA ahli kesehatan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus. Virus yang menyebar melalui hewan pengerat, terutama tikus, ini berpotensi memicu komplikasi serius hingga menyebabkan kematian.

Penularan Hantavirus umumnya terjadi saat seseorang terpapar urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Risiko meningkat ketika partikel virus terhirup bersama debu di udara.

Data per 1 Juni 2026 menunjukkan penularan paling sering terjadi saat seseorang membersihkan area yang menjadi sarang tikus tanpa menggunakan alat pelindung diri. Kotoran tikus yang mengering dapat pecah menjadi partikel halus, lalu beterbangan di udara dan masuk ke saluran pernapasan.

Gejala Awal Sering Menyerupai Flu

Gejala awal infeksi Hantavirus kerap mengecoh karena mirip penyakit umum. Penderitanya biasanya mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, serta tubuh terasa lemas.

Jika tidak segera mendapat penanganan, infeksi dapat berkembang menjadi Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Kondisi ini memicu penumpukan cairan di paru-paru dan menyebabkan sesak napas berat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat tingkat kematian akibat HPS mencapai sekitar 38 persen.

Cara Mencegah Penularan di Rumah

Para ahli menekankan pentingnya pengendalian populasi tikus di lingkungan tempat tinggal untuk menekan risiko penularan.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat.
  • Buang sampah secara teratur.
  • Tutup celah pada dinding, lantai, atau atap rumah yang bisa menjadi akses masuk tikus.
  • Tingkatkan kewaspadaan saat berada di gudang, lumbung, atau area pertanian.

Saat menemukan kotoran tikus, jangan langsung menyapu atau menggunakan vacuum cleaner. Cara itu justru membuat partikel virus beterbangan di udara.

Semprot area tersebut dengan disinfektan, diamkan beberapa menit, lalu bersihkan menggunakan sarung tangan dan masker.

Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah utama untuk mencegah penularan. Disinfeksi area terdampak serta menutup akses masuk hewan pengerat dapat menekan risiko infeksi Hantavirus sejak dini.