FIFA mengubah sejumlah aturan pertandingan untuk Piala Dunia 2026. Salah satu perubahan penting memberi kewenangan lebih besar kepada wasit untuk membatalkan gol yang bermula dari pelanggaran sebelum tim mengeksekusi bola mati.
Aturan ini menyasar duel fisik, blok pemain, dan aksi tarik-menarik saat sepak pojok maupun tendangan bebas.
Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan gol dari situasi seperti itu tidak layak disahkan.
“Kami yakin gol seperti itu tidak bisa dibenarkan. Ini benar-benar tidak adil,” kata Collina seperti dikutip dari The Telegraph melalui Mediaindonesia.com, Selasa (2/6/2026).
Collina menyoroti laga persahabatan Inggris melawan Uruguay.
Dalam pertandingan itu, gelandang Inggris Adam Wharton menghalangi bek Uruguay Jose Maria Gimenez secara berlebihan saat sepak pojok. Aksi itu membuka ruang bagi Ben White untuk mencetak gol.
Menurut Collina, wasit seharusnya membatalkan gol tersebut karena pelanggaran itu memberi keuntungan yang tidak adil.
“Jika pelanggaran terjadi tepat sebelum bola dimainkan, kami yakin tidak ada yang bisa mengajukan keberatan,” ujarnya.
FIFA kini mengantongi dukungan dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB). Dukungan itu memperluas kewenangan video assistant referee (VAR).
Melalui aturan baru ini, VAR bisa merekomendasikan peninjauan ulang ketika menemukan pelanggaran jelas dari tim penyerang sebelum eksekusi bola mati.
Jika pelanggaran itu berdampak langsung pada gol, penalti, atau keputusan disiplin, wasit bisa meninjau insiden di tepi lapangan.
Setelah itu, wasit berhak membatalkan gol dan memerintahkan pengulangan situasi bola mati. IFAB juga mendorong percepatan penerapan aturan tersebut.
Peningkatan kontroversi duel fisik dalam situasi bola mati di berbagai kompetisi, termasuk Liga Inggris, mendorong perubahan ini.
Salah satu kasus yang memicu sorotan terjadi ketika wasit membatalkan gol penyeimbang West Ham United ke gawang Arsenal setelah pemain West Ham melanggar kiper David Raya.
Selain aturan bola mati, FIFA juga membatasi taktik yang memanfaatkan cedera pemain untuk memutus momentum pertandingan.
Collina mengatakan FIFA membahas isu ini bersama pelatih dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026 dalam lokakarya khusus.
Meski FIFA belum menyiapkan sanksi kartu, Collina menegaskan wasit akan bertindak lebih proaktif di lapangan.
Ia meminta para pengadil lebih waspada terhadap upaya tim yang sengaja memanfaatkan celah aturan demi meraih keuntungan tidak adil selama pertandingan.













