HeadlineRegional

Ahmad Ali Ubah AAC Menjadi Yayasan Kemanusiaan, Tegaskan Bukan Sayap Partai

×

Ahmad Ali Ubah AAC Menjadi Yayasan Kemanusiaan, Tegaskan Bukan Sayap Partai

Sebarkan artikel ini
Meskipun saat ini menjabat sebagai Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali menjamin netralitas wadah ini. Ia menegaskan, tidak akan menggunakan AAC sebagai sayap partai PSI. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

POLITISI nasional Ahmad HM Ali, menghadiri deklarasi akbar Ahmad Ali Center (AAC) di Kota Palu, Jumat (17/7/2026). Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali menegaskan komitmennya untuk melembagakan wadah ini secara hukum. 

Langkah tersebut sekaligus membantah pelbagai tuduhan miring yang beredar di masyarakat mengenai fungsi AAC. 

Ahmad Ali menjelaskan, sejarah awal pembentukan wadah ini pada tahun 2018 silam. Saat itu, ia mendirikan AAC sebagai sayap partai untuk kepentingan pemenangan Partai NasDem di Sulteng. 

Namun kini, ia ingin mengubah total haluan pergerakan organisasi tersebut.

“Hari ini saya mau melembagakan AAC secara hukum. Organisasi ini tidak lahir hanya untuk politik, melainkan untuk wadah kemanusiaan dan sosial di Sulteng,” tegas Ahmad Ali dihadapan ribuan relawan AAC saat deklarasi.

Bukan Tandingan Partai Politik

Meskipun saat ini menjabat sebagai Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali menjamin netralitas wadah ini. Ia menegaskan, tidak akan menggunakan AAC sebagai sayap partai PSI. Ia juga memastikan organisasi ini tidak bertujuan untuk menggembosi partai politik lain.

Ahmad Ali bahkan mempersilakan para relawan yang merangkap sebagai kader partai politik untuk menentukan pilihan. Anggota bebas memilih untuk tetap bertahan di AAC atau fokus di partai politik masing-masing. Ia pun menghargai keputusan para relawan yang memilih untuk tetap bersamanya di AAC.

Kedepan, Ahmad Ali akan menyusun kepengurusan baru untuk melembagakan wadah ini menjadi sebuah yayasan. Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

Ahmad Ali juga sempat menyinggung dinamika politik masa lalunya secara terbuka di hadapan para relawan. Ahmad Ali meluruskan pandangan publik mengenai posisinya yang kini telah berpindah partai.

“Saya tidak pernah meninggalkan Partai NasDem, namun saya yang ditinggalkan NasDem. Ketika saya di PSI, saya wajib memenangkan PSI di seluruh Indonesia. Namun, AAC tidak ada hubungannya dengan PSI,” ungkapnya. 

Transformasi AAC

Kedepan, Ahmad Ali akan menyusun kepengurusan baru untuk melembagakan wadah ini menjadi sebuah yayasan. Perubahan status menjadi yayasan kemanusiaan bertujuan agar penyaluran bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran.

Yayasan AAC nantinya akan berfokus pada program sosial yang menyentuh masyarakat tingkat bawah. Program kerja utama mereka menghimpun anak-anak putus sekolah untuk mendapatkan akses pendidikan.

Membantu biaya pengobatan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan operasi. Dan menggelar kegiatan sosial secara rutin setiap tiga bulan sekali di seluruh wilayah Sulteng.

Ahmad Ali berkomitmen menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendanai seluruh kegiatan kemanusiaan ini. Ia meminta seluruh relawan menjadi mata dan telinganya dalam memperhatikan lingkungan sosial sekitar.

“Saya berharap gerakan kemanusiaan ini bisa melahirkan pemimpin yang tepat dan merakyat di masa depan. Dan saya tegaskan bahwa AAC tidak akan bekerja untuk kepentingan politik praktis pada pemilu mendatang,” pungkasnya.