RELAWAN Ahmad Ali Center (AAC) Sulawesi Tengah menggelar deklarasi akbar di Kota Palu, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan perwakilan relawan dari 13 kabupaten dan 1 kota di provinsi itu.
Ketua Umum Relawan AAC Sulawesi Tengah, Fahrudin Yunus, memimpin langsung jalannya deklarasi.
Ia menegaskan, seluruh peserta yang datang hari ini bergerak murni secara suka rela.
“Yang hadir bukan relawan bayaran. Semua yang hadir adalah relawan yang spontan mendaftar hari ini di lokasi kegiatan,” terang Fahrudin.
Dirinya menjelaskan, relawan AAC merupakan wadah bagi masyarakat yang ingin bergotong royong secara mandiri. Mereka berkumpul dan bahu-membahu untuk mencapai tujuan tertentu. Fokus pergerakan mereka saat ini tertuju pada arahan serta tujuan dari sosok Ahmad HM Ali.
Perjalanan Panjang dan Independensi AAC
Relawan AAC memiliki rekam jejak perjuangan yang cukup panjang di Sulawesi Tengah sejak berdiri pada tahun 2018. Wadah ini awalnya terbentuk untuk menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 silam.
Hasilnya, Ahmad Ali berhasil memenangkan Pileg dengan perolehan suara terbanyak saat itu.

Perjuangan tersebut berlanjut hingga tahun 2024. Pihak AAC terus menyatu dan berjuang bersama barisan relawan lainnya. Gerakan kompak ini berhasil mendorong para caleg NasDem terpilih kembali dengan suara terbanyak di Sulteng.
Fahrudin juga menjawab pertanyaan terkait arah pergerakan AAC pada perhelatan politik saat ini. Ia menegaskan, bahwa anggota AAC yang hadir hari ini tidak terhimpun dari salah satu partai politik.
“Wadah AAC secara kelembagaan tidak memiliki afiliasi resmi dengan partai politik mana pun. Saat ini, relawan AAC menaungi jaringan luas di 175 kecamatan dan 2017 desa se-Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Seluruh jajaran relawan kini berada dalam posisi bersiap untuk menentukan arah pergerakan politik ke depan. Fahrudin menambahkan, barisan relawan masih menunggu komando langsung dari Ahmad Ali.
“Kami menunggu perintah Ahmad Ali untuk seperti apa pergerakan AAC ke depan,” pungkasnya.













