Regional

Operasi Pencarian Dihentikan, 14 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang

×

Operasi Pencarian Dihentikan, 14 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang

Sebarkan artikel ini
Pencarian korban KM Nurul Salsa. Dok: Humas Basarnas Makassar/Eranesia.id

OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Sekatan ditutup, Jumat (24/7/2026). Penutupan ini dilakukan setelah pelaksanaan operasi berlangsung selama 10 hari.

Tim SAR gabungan, pemda, dan keluarga korban menyepakati penutupan operasi. Kesepakatan ini lahir dalam sesi debriefing di Posko SAR Gabungan Pelabuhan Benteng, Selayar.

Hingga hari terakhir, Tim SAR gabungan tidak melihat tanda keberadaan korban. Petugas juga tidak memperoleh petunjuk baru untuk mereka tindaklanjuti.

Selama operasi hari ke-10, Tim SAR gabungan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 memakai KN SAR Kamajaya dan RIB. Mereka menyisir wilayah barat Kepulauan Sabalana dan pulau-pulau kosong sesuai peta.

Sementara itu, SRU 2 menyisir wilayah timur Kepulauan Sabalana. Armada ini terdiri dari kapal Pemdes Sabalana dan kapal nelayan.

Pada hari yang sama, KN SAR Pacitan milik Basarnas tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Kapal membawa satu korban meninggal untuk Tim DVI Polda Sulawesi Selatan identifikasi.

Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan KSOP telah memvalidasi data penumpang (person on board) KM Nurul Salsa. Jumlah penumpang tercatat sebanyak 76 orang.

Dari jumlah tersebut, tim berhasil menyelamatkan 58 orang dan mengevakuasi empat korban meninggal dunia. Sementara itu, 14 orang lainnya masih hilang.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan alasan penghentian operasi. Pihaknya mengambil keputusan ini setelah seluruh tim bekerja maksimal sesuai prosedur dan evaluasi bersama.

“Tim SAR resmi mengakhiri operasi setelah memasuki hari ke-10. Petugas telah menyisir seluruh area pencarian dan tidak melihat indikasi korban. Keputusan ini merupakan kesepakatan Tim SAR gabungan, pemda, dan keluarga korban,” ungkapnya dalam siaran pers, Sabtu (25/7/2026).

Sultan menambahkan, Basarnas tetap membuka ruang koordinasi pascapenutupan operasi. Hal ini berlaku jika warga memberi informasi baru mengenai keberadaan korban hilang.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Apabila warga memberikan informasi atau penemuan baru, Basarnas siap menindaklanjutinya sesuai prosedur,” tandasnya.

Apresiasi

Kantor Basarnas Makassar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan. Pihaknya memberi apresiasi kepada Basarnas Kendari, Maumere, Mataram, TNI, Polri, pemda, instansi terkait, relawan, nelayan, dan masyarakat.

Basarnas kini telah mengakhiri operasi SAR. Seluruh personel dan alat utama (alut) kembali ke satuan masing-masing untuk bersiaga kembali.