EkonomiRegional

INDEF Terbitkan Buku 99 Ekonom Syariah, 4 Dosen UINDak Palu Ikut Berkontribusi

×

INDEF Terbitkan Buku 99 Ekonom Syariah, 4 Dosen UINDak Palu Ikut Berkontribusi

Sebarkan artikel ini
Sebagai bentuk apresiasi, buku tersebut diserahkan kepada Rektor UINDak Palu, Profesor Lukman S Thahir dalam momentum Rapat Kerja 2026 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Palu. Dok: Humas UINDak Palu/Eranesia.id

UNIVERSITAS Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu kembali menegaskan perannya dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat nasional.

Hal ini terlihat dari kontribusi empat dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Mereka menulis dalam buku Pemikiran 99 Ekonom Syariah Indonesia: Refleksi Ekonomi Syariah Indonesia, Dari Inovasi Menuju Keberlanjutan.

Adapun keempat dosen tersebut yakni Dr Sofyan Bachmid, Dr Sitti Aisya, Dr Syaakir Sofyan, dan Nur Syamsu. Selain itu, mereka menunjukkan komitmen dalam memperkaya pemikiran ekonomi syariah di Indonesia.

Selanjutnya, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menerbitkan buku tersebut. Lembaga ini aktif melakukan riset ekonomi dan kajian kebijakan publik.

Kemudian, buku ini memperkuat diskursus ekonomi syariah nasional. Isi buku tersebut juga menjawab tantangan inovasi dan keberlanjutan.

Sementara itu, panitia menggelar peluncuran buku dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia. Ma’ruf Amin hadir sebagai penasehat INDEF. Di samping itu, sejumlah pejabat kementerian dan lembaga turut menghadiri acara tersebut.

Setelah itu, panitia menyerahkan buku tersebut kepada Rektor UINDak Palu, Profesor Lukman S. Thahir. Mereka melaksanakan penyerahan dalam Rapat Kerja 2026 di Swiss-Belhotel Palu.

Dengan demikian, penyerahan itu menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi dosen UINDak Palu. Para dosen tersebut berperan dalam pengembangan pemikiran ekonomi syariah di tingkat nasional.

“Keterlibatan dosen FEBI dalam karya nasional ini diharapkan memperkuat posisi UINDak Palu. Kampus ini dapat berkembang sebagai pusat pendidikan dan riset ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia,” ujar Lukman dalam siaran pers yang diterima, Minggu (12/4/2026).

Ia berharap, capaian ini menginspirasi sivitas akademika. Mereka dapat terus menghasilkan gagasan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Rilis | Editor : Muh Taufan