KETUA Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Profesor Dr KH Zainal Abidin MAg mengajak masyarakat memaknai Iduladha lebih dari sekadar ritual kurban.
Ia menilai, Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Menurut Zainal, ibadah kurban mengajarkan pengendalian diri, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
“Iduladha mengajarkan kita menyembelih sifat kebinatangan dalam diri. Misalnya keserakahan, egoisme, prasangka buruk, dan sikap merasa paling benar,” ujarnya kepada Eranesia.id, Selasa (26/5/2026).
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu mengatakan, tantangan terbesar dalam menjaga kerukunan bukan terletak pada perbedaan keyakinan.
Ia menyebutkan, persoalan utama justru muncul dari sikap intoleransi dan egoisme sosial.
Semangat kurban, lanjut Zainal, mengajarkan pentingnya menekan ego dan membuka ruang dialog.
“Merasa benar dalam keyakinan pribadi itu wajar. Namun, menghakimi keyakinan orang lain dapat memicu keretakan sosial,” ungkapnya.
Zainal menjelaskan, penyembelihan hewan kurban mengingatkan manusia agar mengendalikan sifat negatif.
Sifat itu sering muncul dalam bentuk prasangka, kedengkian, dan kebiasaan menyalahkan kelompok lain.
Oleh karena itu, Rais Syuriyah PBNU itu meminta masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momen menghilangkan prasangka buruk.
Dirinya juga menilai pembagian daging kurban memiliki nilai kemanusiaan yang kuat. Zainal bilang, umat Islam dapat berbagi kepada siapa saja tanpa memandang latar belakang agama.
Praktik berbagi tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan melampaui sekat perbedaan.
“Ketika umat Islam berbagi daging kurban kepada tetangga berbeda keyakinan, di situlah jembatan persaudaraan terbangun,” jelasnya.
Zainal yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Palu berharap, masyarakat tidak memandang Idul Adha sebagai rutinitas tahunan.
Ia ingin masyarakat menjadikannya sebagai sarana membangun sikap toleran dan terbuka.
“Jika masyarakat memahami makna kurban secara utuh, kualitas kerukunan akan terus meningkat. Dari sanalah kita merawat Sulawesi Tengah yang damai dan rukun,” pungkasnya.













