DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tengah melaporkan kinerja ekspor pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 6.203,7 juta dolar AS.
Angka tersebut meningkat 22,78 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulteng, Margie Lestari mengatakan, capaian ini menunjukkan pertumbuhan ekspor daerah yang semakin kuat pada tahun ini.
“Pada Januari sampai Maret tahun ini, nilai ekspor mencapai 6.203,7 juta dolar AS, meningkat 22,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sebelumnya hanya sekitar 12 persen, kini naik menjadi 22,78 persen,” ujarnya kepada sejumlah jurnalis di Palu, Rabu (6/5/2026).
Menurut Margie, ekspor nonmigas menjadi kontributor utama dalam peningkatan tersebut.
Sektor itu tercatat tumbuh sekitar 24,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan daya saing produk nonmigas Sulawesi Tengah yang semakin kuat di pasar internasional.
Sementara itu, ekspor migas mengalami kontraksi sebesar 5,10 persen. Kondisi ini dinilai menjadi indikator perlunya diversifikasi produk ekspor serta mitigasi terhadap volatilitas sektor migas.
Margie menjelaskan, terdapat tiga komoditas utama yang mendorong kenaikan ekspor Sultemg, yakni besi dan baja, nikel, serta bahan bakar mineral.
Adapun negara tujuan utama ekspor Sulteng meliputi Tiongkok, Vietnam, Taiwan, India, dan Jepang.
“Produk yang diekspor ke negara-negara tersebut antara lain nikel, besi dan baja, serta bahan kimia anorganik,” ungkapnya.
Margie menambahkan, data ekspor yang digunakan Disperindag Sulteng telah disesuaikan dengan data resmi Badan Pusat Statistik Sulteng guna memastikan akurasi dan kesesuaian informasi perdagangan luar negeri daerah.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













