PROGRAM Berani Cerdas yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) dinilai sebagai kebijakan strategis yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan kemiskinan.
Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu, Djayani Nurdin, menegaskan program ini tepat sasaran dalam menjawab persoalan pendidikan di daerah.
“Program Berani Cerdas memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas SDM. Ini kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Senin (27/4/2026).
Djayani menilai, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulteng menjadi 72,82 tidak lepas dari kontribusi program tersebut. Peningkatan akses pendidikan juga ikut mendorong penurunan angka kemiskinan.
“Investasi terbesar dalam pembangunan jangka panjang adalah pendidikan. Program ini mempercepat peningkatan kualitas manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” jelasnya.
Program Berani Cerdas mencakup sejumlah intervensi utama. Pemerintah menyalurkan BOSDA lebih dari Rp40,9 miliar untuk SMA, SMK, dan SLB. Pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp27 miliar untuk prakerin dan uji kompetensi siswa SMK.
Selain itu, program ini menyediakan seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu.
Di tingkat perguruan tinggi, program ini menjangkau 23.568 mahasiswa di 387 kampus di seluruh Indonesia. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp84 miliar pada 2025, termasuk beasiswa magister bagi guru.
Djayani juga menilai, program ini efektif menekan angka putus sekolah dan kuliah, terutama pada masyarakat prasejahtera.
“Program ini memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi semua kalangan. Dampak sosialnya sangat besar,” ungkapnya.
Program Berani Cerdas memiliki dasar hukum melalui Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 14 Tahun 2025 yang kemudian diperbarui menjadi Pergub Nomor 34 Tahun 2025.
Menanggapi catatan DPRD, Djayani menyebutkan, hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Ia menegaskan evaluasi seharusnya berfokus pada perbaikan program.
“Perbaiki tata kelola dan pengawasan. Jangan hentikan program yang sudah terbukti bermanfaat,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, menyatakan program ini menjadi bagian dari pemenuhan hak dasar pendidikan dan masuk dalam RPJMD 2025–2029.
Program Berani Cerdas kini dinilai memiliki dampak nyata serta dukungan sosial dan akademik di Sulteng.
Rilis | Editor : Muh Taufan














