KETUA Harian DPP PSI, Ahmad HM Ali, mengomentari agenda safari daerah Joko Widodo. Menurutnya, aksi turun ke lapangan seusai pengabdian sebagai presiden tersebut memiliki makna mendalam.
Langkah itu bukan sekadar seremonial belaka. Ahmad Ali menilai, aksi tersebut sebagai contoh nyata tentang adab berpolitik yang tinggi.
Ahmad Ali menyatakan bahwa aksi Jokowi menjadi antitesis di tengah sinisme publik. Masyarakat terbiasa melihat politisi yang hanya datang saat berburu suara Pemilu. Ia memandang langkah Jokowi sebagai wujud nyata kultur tahu balas budi.
“Ini adalah momen krusial saat seorang pemimpin tertinggi menundukkan kepala. Beliau meluangkan waktu untuk menyampaikan terima kasih secara langsung kepada rakyat. Masyarakat telah mempercayainya selama dua periode sejak 2014 dan 2019,” ujar eks Anggota DPR RI tersebut, Kamis (9/7/2026).
Ahmad Ali menambahkan, fenomena ini melampaui kalkulasi politik praktis. Langkah tersebut juga bukan sekadar upaya menjaga popularitas semata. Jokowi dinilai sedang menulis ulang standar moral kepemimpinan nasional melalui kedekatan di akar rumput.
Langkah ini menunjukkan sebuah prinsip penting dalam politik. Kekuasaan yang lahir dengan cara terhormat harus berakhir dengan penghormatan setinggi-tingginya kepada rakyat. Sebab, rakyat adalah pemilik kedaulatan tertinggi.
“Ketika seorang presiden memilih menutup lembaran jabatan dengan memeluk kembali masyarakatnya, ia tidak hanya berpamitan. Ia sedang menanamkan warisan berharga. Etika, ketulusan, dan penghargaan terhadap mandat rakyat harus berada di atas segala-galanya,” pungkas Ahmad Ali.













