EkonomiHeadline

Posalia Sulteng Digifest 2026: Buka Akses Pembiayaan dan Ekspor UMKM

×

Posalia Sulteng Digifest 2026: Buka Akses Pembiayaan dan Ekspor UMKM

Sebarkan artikel ini
Bank Indonesia merancang Posalia Sulteng Digifest sebagai festival digital. Acara ini bertujuan memperkuat pengembangan ekonomi dan ekosistem digital di Sulawesi Tengah. Foto: Rusdia/Eranesia.id

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah menggelar Posalia Sulteng Digifest 2026. Acara ini memacu percepatan transformasi digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Pembukaan kegiatan berlangsung di Auditorium Palu Grand Mall, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah tokoh penting menghadiri kegiatan ini. Mereka antara lain Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman, Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti, Ketua Dekranasda Kota Palu Diah Puspita, serta unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan terkait.

Bank Indonesia merancang Posalia Sulteng Digifest sebagai festival digital. Acara ini bertujuan memperkuat pengembangan ekonomi dan ekosistem digital di Sulawesi Tengah.

Kegiatan berlangsung selama tujuh hari, mulai 11 hingga 17 Agustus 2026. Panitia menghadirkan beragam acara hiburan, edukasi, serta program peningkatan kapasitas pelaku UMKM.

Kepala KPwBI Sulteng, Irfan Sukarna, menyebut kegiatan ini sebagai langkah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah dan BI memfokuskan akselerasi ini pada penguatan UMKM dan pemanfaatan digitalisasi.

“Kita ingin mengakselerasi ekonomi daerah, antara lain UMKM dengan digitalisasi. Lewat berbagai program pemberdayaan UMKM, promosi UMKM, kemudian UMKM lewat perbankan,” ujarnya.

Menurut Irfan, penguatan UMKM menyasar sisi promosi, pemasaran, dan akses pembiayaan. Para pihak terkait menandatangani komitmen pembiayaan UMKM dalam acara pembukaan untuk memperluas akses modal usaha.

“Tadi ada penandatanganan pembiayaan supaya tembus dari aspek pembiayaan untuk UMKM, baik di dalam negeri maupun kita tembus ke ekspor,” jelasnya.

Selain pembiayaan, Bank Indonesia terus mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran. Salah satunya melalui peluncuran QRIS Tap agar masyarakat dan pelaku usaha makin luas menggunakannya.

“Digitalisasi kita ingin QRIS Tap bisa semakin meluas. Makanya tadi ada launching QRIS Tap dan beberapa tenantUMKM yang hadir hari ini juga sudah menggunakan QRIS Tap,” kata Irfan.

Libatkan 39 UMKM

Panitia melibatkan sekitar 39 UMKM dalam Posalia Sulteng Digifest 2026. Pelaku usaha ini memperkenalkan dan memasarkan berbagai produk unggulan daerah.

Para peserta memamerkan produk yang cukup beragam, mulai dari makanan, minuman, wastra, hingga barang kreatif lainnya.

Keterlibatan puluhan UMKM ini memfasilitasi promosi produk lokal. Pelaku usaha juga berkesempatan memperluas pasar, meningkatkan transaksi digital, serta membangun konektivitas dengan sektor perbankan.

Melalui Posalia Sulteng Digifest, Bank Indonesia menargetkan penguatan ekosistem digital di Sulawesi Tengah. Ekosistem yang kuat ini akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mendorong UMKM agar makin adaptif, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.