Ekonomi

BI dan TNI AL Distribusikan Rp12,24 Miliar Uang Layak Edar ke Wilayah 3T Sulteng

×

BI dan TNI AL Distribusikan Rp12,24 Miliar Uang Layak Edar ke Wilayah 3T Sulteng

Sebarkan artikel ini
‎‎Selama tujuh hari pelayaran (7–13 Juli 2026), tim ekspedisi akan menggunakan KRI Lumba-Lumba 881 untuk menyambangi lima wilayah kepulauan di Sulteng.‎‎Mulai dari Wakai, Walea Kepulauan, Salakan, Banggai, dan Bokan Kepulauan.‎‎ Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. ‎‎

Bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, kegiatan ini dilepas dalam sebuah seremoni di Pelabuhan Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (7/7/2026).‎‎

Program strategis ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan layak edar hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Indonesia.‎‎

Acara pelepasan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto (mewakili Gubernur Sulawesi Tengah), Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, serta Komandan Korem 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta. ‎‎

Turut hadir pula Komandan KRI Lumba-Lumba 881, Letkol Laut (P) Salustian, Kapolres Parigi, AKBP Hendrawan, serta perwakilan Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.‎‎

Mengedarkan Rupiah hingga Pelosok‎

Kepala KPwBI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menegaskan bahwa ERB 2026 merupakan wujud pelaksanaan mandat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang telah diperbarui melalui UU Nomor 4 Tahun 2026.‎‎

“Sebagai bank sentral, kami memiliki kewenangan dan tanggung jawab penuh dalam pengelolaan uang Rupiah untuk memastikan ketersediaan uang layak edar di seluruh pelosok tanah air,” ujar Irfan.

Petugas ERB 2026 menaiki KRI Lumba-Lumba 881 seusai pelepasan di Parigi Moutong, Selasa (7/7/2026). Foto: Taufan Bustan

‎‎Selama tujuh hari pelayaran (7–13 Juli 2026), tim ekspedisi akan menggunakan KRI Lumba-Lumba 881 untuk menyambangi lima wilayah kepulauan di Sulteng.‎‎Mulai dari Wakai, Walea Kepulauan, Salakan, Banggai, dan Bokan Kepulauan.‎‎

Untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses perbankan tersebut, KPwBI membawa modal kerja sebesar Rp12,24 miliar.

‎‎”Angka ini mencatat peningkatan sekitar 16 persen dibandingkan alokasi pada tahun sebelumnya,” ungkap Irfan.

‎‎Fondasi Kolaborasi Berkelanjutan‎‎

Irfan menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi strategis antara BI dan TNI AL yang telah terjalin sejak 2012. ‎‎Sebagai catatan, pada tahun 2025 saja, sinergi ini telah berhasil menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan kas keliling.

‎‎”Khusus untuk program ERB 2025, BI berhasil mencatatkan nilai penukaran uang mencapai Rp154,5 miliar di 18 provinsi dan 91 pulau 3T,” tandas Irfan. ‎‎

Tidak sekadar layanan penukaran uang, ERB 2026 juga mengusung misi sosial yang komprehensif, meliputi Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.‎‎

Pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan sosial. Serta program bela negara bagi masyarakat kepulauan.‎‎

Melalui ekspedisi ini, BI berharap dapat mempermudah akses masyarakat terhadap uang Rupiah berkualitas, sekaligus memperkokoh posisi Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara hingga ke batas terluar Indonesia. ‎

BI optimistis seluruh rangkaian kegiatan ini akan berjalan aman, lancar, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah sasaran.