Regional

Realisasi Belum Merata, Rektor UINDak Palu Desak Dekan Pacu Penyerapan Anggaran

×

Realisasi Belum Merata, Rektor UINDak Palu Desak Dekan Pacu Penyerapan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Data Tim Perencanaan dan Keuangan UINDak mencatat total pagu anggaran kampus sebesar Rp95,8 miliar. Dok: Humas UINDak Palu/Eranesia.id

REKTOR Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu, Profesor Lukman S Thahir, meminta seluruh pimpinan fakultas dan unit untuk mempercepat capaian realisasi anggaran. 

Instruksi ini berlaku bagi Direktur Pascasarjana, dekan, ketua lembaga, serta kepala unit pelaksana teknis.

“Ini adalah keharusan karena berkaitan dengan perjanjian kinerja yang telah bapak dan ibu tandatangani,” ujar Lukman dalam rapat Review Program Kegiatan dan Anggaran Triwulan II Tahun 2026 di Kota Palu, Kamis (1/7/2026).

Data Tim Perencanaan dan Keuangan UINDak Palu mencatat total pagu anggaran kampus sebesar Rp95,8 miliar. 

Realisasi penyerapan anggaran hingga Triwulan II mencapai Rp56,6 miliar atau sekitar 59,08 persen. Saat ini, sisa anggaran kampus berada pada angka Rp39,2 miliar.

Lukman menilai, persentase capaian realisasi anggaran secara umum sudah menunjukkan hasil yang sangat baik.

“Capaian realisasi ini sangat menggembirakan secara makro. Namun, beberapa fakultas atau unit secara mikro mencatatkan realisasi kegiatan anggaran yang sangat rendah,” ungkapnya. 

Lukman menyayangkan minimnya penyerapan anggaran pada sejumlah unit tanpa alasan yang jelas. Padahal, masa pelaksanaan program kerja sudah berjalan selama setengah tahun.

Lukman juga menilai, realisasi anggaran di tingkat fakultas dan unit seharusnya sudah melewati angka 50 persen.

Oleh karena itu, ia menegaskan, agar unit yang lambat segera melakukan revisi anggaran. Pihak kampus akan mengalihkan anggaran tersebut ke fakultas atau unit lain yang lebih membutuhkan.

Lukman juga mengingatkan agar jajarannya menghindari kebiasaan klasik, yaitu menumpuk pelaksanaan kegiatan di akhir tahun. Menurut Lukman, manajemen waktu yang baik merupakan kunci utama akuntabilitas publik.

“Setiap rupiah dari anggaran ini harus segera memberikan manfaat bagi sivitas akademika,” tegasnya. 

Lukman menambahkan, bahwa menunda kegiatan sama saja dengan menunda pelayanan terbaik untuk mahasiswa dan dosen.

“Ketepatan waktu dalam mengeksekusi program kerja berbanding lurus dengan kualitas pelayanan akademik kampus,” pungkasnya.