Ekonomi

Lewat Beasiswa Bersinergi, PT IMIP Dorong Kualitas Pendidikan Mahasiswa 

×

Lewat Beasiswa Bersinergi, PT IMIP Dorong Kualitas Pendidikan Mahasiswa 

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Universitas Tadulako Palu melakukan kunjungan ke kawasan industri nikel PT IMIP di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (10/11/2025). Foto: Humas PT IMIP/Eranesia.id

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kawasan industri berkelanjutan. Untuk itu, perusahaan memfokuskan programnya pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal.

Salah satu langkah nyatanya terwujud melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi. Sebab, program pemberdayaan pendidikan ini telah berjalan sejak tahun 2022 di Kecamatan Bahodopi.

Program ini lahir dari pentingnya kesiapan SDM lokal dalam menyokong hilirisasi industri. IMIP memberikan bantuan uang saku untuk memastikan mahasiswa Bahodopi dapat menyelesaikan pendidikan tinggi.

Deputy Manager CSR Department PT IMIP, Laurencia Kirana Larasati, menjelaskan perkembangan program tersebut. Menurutnya, IMIP telah meningkatkan jumlah penerima beasiswa pada angkatan keempat di tahun 2026 ini.

“Pada angkatan pertama hingga ketiga, sebanyak 25 mahasiswa telah menerima bantuan pendidikan Rp3.000.000 per semester. Memasuki angkatan keempat di 2026 ini, IMIP meningkatkan jumlah penerima menjadi 45 mahasiswa dengan bertambahnya nilai bantuan hingga Rp5.000.000 tiap semester,” ungkap Laurencia dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (30/7/2026).

Lebih lanjut, Laurencia menegaskan bahwa peningkatan SDM menjadi investasi jangka panjang bagi kawasan industri nikel.

“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami ingin membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri Bahodopi. Harapannya mereka memiliki daya saing yang lebih baik, mampu berkembang secara profesional, dan nantinya dapat berkontribusi di berbagai sektor, termasuk di kawasan industri IMIP,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program ini menyasar mahasiswa penduduk asli dari 12 desa di Kecamatan Bahodopi. IMIP menggandeng Pemerintah Desa, pihak Kecamatan, dan Paguyuban Mahasiswa di Palu, Kendari, Makassar, serta Yogyakarta.

Selain itu, tim seleksi menggelar verifikasi berkas dan wawancara untuk menjaga transparansi data.

“Persyaratan utama adalah mahasiswa merupakan putra-putri asli Bahodopi, aktif kuliah, IPK minimal 2,75, serta memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik. Kami juga bekerja sama dengan Tim Pendataan Kecamatan serta Pemerintah Desa agar seluruh data penerima benar-benar valid,” jaminnya.

Tak hanya bantuan finansial, IMIP kini menyiapkan pelatihan pengembangan kompetensi dan pembekalan dunia kerja. Bahkan, perusahaan membuka kesempatan rekrutmen bagi para alumni penerima beasiswa tersebut.

Meskipun begitu, IMIP menyadari pentingnya mendorong kesadaran masyarakat terkait perencanaan pendidikan sejak dini. Ke depan, perusahaan akan menambah kuota penerima serta memperkuat sinkronisasi data bersama Pemerintah Daerah.

“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami menegaskan bahwa investasi pada pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Laurencia.