Ekonomi

Pekerja di IMIP Memangkas Emisi dan Biaya Hidup lewat Bike to Work

×

Pekerja di IMIP Memangkas Emisi dan Biaya Hidup lewat Bike to Work

Sebarkan artikel ini
Fikriyanto Rauf (26), seorang karyawan di kawasan IMIP, beralih menggunakan sepeda sebagai moda transportasi ke tempat kerja sejak Maret 2026. Dok: PT IMIP

KARYAWAN di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, menunjukkan kebiasaan baik. Sebagian pekerja beralih mengayuh sepeda menuju tempat kerja demi menjaga kebugaran dan kelestarian lingkungan.

Rutinitas produksi 24 jam kerap memicu kejenuhan dan kelelahan. Kondisi ini membakar semangat Kesya (27), analis laboratorium PT Tsingjian Technology Research Indonesia (TTRI).

Tiga tahun mengendarai sepeda motor membuat Kesya merasa bosan. Ia lalu memulai hobi bersepeda pada akhir 2024. Sejak awal 2025, Kesya konsisten mengayuh sepeda menuju tempat kerja (bike to work).

Kesya mengayuh sepeda 15–20 menit dari indekosnya menuju terminal bus IMIP. Dari terminal, ia melanjutkan perjalanan menggunakan armada bus perusahaan.

“Saya ingin memanfaatkan waktu untuk berolahraga sebelum bekerja,” kata Kesya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Senin (14/9/2026).

Kesya membagikan pengalaman ini lewat konten video di TikTok. Unggahannya viral dan menginspirasi pekerja lain untuk mengayuh sepeda.

Pengalaman serupa datang dari Fikriyanto Rauf (26), karyawan PT Guangchingde Metal Rolling (GCDMR). Fikri beralih mengayuh sepeda sejak Maret 2026 setelah sepeda motornya kerap rusak.

Fikri memilih membeli sepeda seharga Rp2 juta. Langkah ini efektif memangkas biaya bahan bakar dan perbaikan kendaraan. Bersepeda juga membantu Fikri menghindari kemacetan menuju kawasan industri nikel tersebut.

“Penggunaan sepeda menghemat pengeluaran bensin secara signifikan,” kata Fikri.

Melalui hobi ini, Fikri bergabung dengan komunitas pesepeda Dopi Bike di Bahodopi. Komunitas ini menjadi wadah berolahraga sekaligus saling membantu saat sepeda bermasalah.

Kesya dan Fikri merasakan dampak positif bagi kebugaran tubuh. Berat badan Kesya berangsur turun dan ia tidak mudah mengantuk saat bekerja. Fikri pun kini rutin bersepeda pada akhir pekan.

Bagi mereka, konsistensi mengayuh sepeda membawa perubahan kecil yang berdampak besar bagi kesehatan, keuangan, dan lingkungan.