Nasional

Kemenkes Siapkan 1.988 Puskesmas Baru pada 2027

×

Kemenkes Siapkan 1.988 Puskesmas Baru pada 2027

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Sejumlah warga berada di Puskesmas Birobuli, Kota Palu, Kamis (23/10/2025). Foto: Rusdia/Eranesia.id

KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia merencanakan pembenahan infrastruktur kesehatan dasar secara masif pada 2027. Pemerintah siap membangun 1.988 unit Puskesmas baru di pelbagai wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan memperkuat pemerataan layanan kesehatan masyarakat.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan hal tersebut di Bandarlampung pada Jumat (4/9/2026). Ia menegaskan bahwa pembenahan ini menjalankan program prioritas pemerintah pusat.

“Presiden memprioritaskan perbaikan serta pembangunan Puskesmas baru se-Indonesia. Ini berita baik untuk memperkuat layanan kesehatan,” ujar Benjamin dikutip dari Mediaindonesia.com, Sabtu (5/9/2026).

Kemenkes menetapkan dua standar model bangunan fisik untuk proyek Puskesmas baru:

  • Model 1 Lantai: Berdiri di atas lahan 2.660 meter persegi dengan luas bangunan 954 meter persegi.
  • Model 2 Lantai: Berdiri di atas lahan 2.420 meter persegi dengan luas bangunan 1.041 meter persegi.

“Model Puskesmas tahun depan memiliki luas tanah 2.660 meter persegi dan luas bangunan hampir 1.000 meter persegi,” terang Benjamin.

Pemerintah memfokuskan pembangunan 1.988 Puskesmas baru ini pada tiga kriteria utama:

  • 179 unit: Mengisi wilayah kecamatan yang belum memiliki fasilitas Puskesmas.
  • 813 unit: Melayani wilayah padat penduduk dengan cakupan lebih dari 60 ribu jiwa.
  • 996 unit: Menggantikan fisik bangunan lama yang mengalami rusak berat.

Program penataan fasilitas kesehatan dasar tahun 2027 mencakup total 14.951 unit intervensi. Selain membangun unit baru, Kemenkes akan merenovasi 8.001 Puskesmas rusak sedang. Pemerintah juga menyediakan 4.962 armada ambulans baru.

Dalam jangka panjang, pemerintah merencanakan renovasi menyeluruh terhadap 10 ribu Puskesmas mulai 2027. Proyek ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk tiap Puskesmas.

Program strategis ini juga mencakup pembangunan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat di seluruh kabupaten dan kota. Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian proyek transformasi ini rampung pada 2030.