Regional

Zainal Abidin: Islam dan Pemahaman Agama Adalah Dua Hal Berbeda

×

Zainal Abidin: Islam dan Pemahaman Agama Adalah Dua Hal Berbeda

Sebarkan artikel ini
Profesor Zainal Abidin. Foto: HO/Eranesia.id

ARUS informasi digital yang masif kerap mendangkalkan pemahaman agama akibat pemotongan ayat secara sepihak. Menanggapi fenomena ini, Profesor Zainal Abidin menegaskan pentingnya literasi keagamaan yang utuh,kritis, dan moderat.

Ketua MUI Kota Palu sekaligus Rais Syuriyah PBNU tersebut mengingatkan bahwa alquran dan pemahaman manusia terhadap teks suci merupakan dua hal berbeda.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber utama kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Doktor (S3) Studi Islam UIN Datokarama Palu di Kantor MUI Kota Palu.

“Islam dan pemahaman tentang Islam adalah dua hal berbeda. Islam bersumber dari Allah SWT, sedangkan pemahaman tentang Islam bersumber dari manusia. Menghargai perbedaan menjadi solusinya,” tegas Zainal dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (5/11/2026). 

Guru Besar UIN Datokarama Palu ini menilai era digital menghadirkan tantangan tersendiri. Saat ini siapa pun dapat menyebarkan konten tafsir tanpa landasan metodologis yang memadai. 

Kondisi ini sering memicu kebingungan publik akibat munculnya penafsiran keliru dan pemotongan ayat tanpa konteks utuh.

Oleh karena itu, Zainal menekankan bahwa penafsiran agama wajib menggunakan perangkat keilmuan yang sah. Penafsir harus menguasai tata bahasa Arab, ulumul qur’an, asbabun nuzul, serta merujuk pandangan ulama mazhab.

“Mazhab bukan agama, melainkan cara ulama memahami teks ajaran agama dengan kapasitas ilmu mereka,” ujarnya.

Zainal juga mengajak masyarakat mengedepankan sikap moderat, menerapkan prinsip tabayyun, dan menempatkan keragaman sebagai kekayaan intelektual.

“Yang beda tidak perlu dipaksakan harus sama, dan yang sama jangan dipaksakan harus beda,” pesannya.