DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Tengah mencatat 419 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal provinsi itu bekerja di luar negeri.
Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (P5TK) Disnakertrans Sulteng, Abraham Tadanugi, menyebut tren PMI terus meningkat setiap tahun.
“Trennya naik dari tahun ke tahun. Memang belum sampai 500 orang atau seperti daerah lain yang ribuan,” kata Abraham di kantornya, Kamis (5/11/2026).
PMI asal Sulteng terserap di sektor formal dan informal. Sektor formal meliputi bidang manufaktur, konstruksi,dan kesehatan.
Sementara sektor informal mencakup pekerjaan domestik, seperti asisten rumah tangga, koki keluarga,hingga pengasuh anak.
Negara tujuan para pekerja ini meliputi Hong Kong, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Jepang, hingga Turki.
Dari seluruh wilayah Sulteng, Kabupaten Poso menjadi penyumbang PMI terbanyak. Kabupaten Sigi menyusul di urutan kedua, lalu Kota Palu di posisi ketiga.
Abraham menjelaskan, tidak semua PMI menjalani proses keberangkatan dari Sulawesi Tengah. Sebagian dari mereka mengurus dokumen melalui layanan penempatan PMI di daerah lain.
Untuk menjamin keselamatan pekerja, Disnakertrans Sulteng memberikan pembinaan sejak pra-penempatan hingga purna-penempatan. Pemerintah rutin menggelar sosialisasi prosedur resmi demi mencegah PMI jalur ilegal.
“Kami menyosialisasikan aturan dan syarat resmi agar warga tidak memilih jalur ilegal,” ujar Abraham.
Selain sosialisasi, Disnakertrans Sulteng menggandeng BP3MI, kepolisian, serta pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk memperketat pengawasan dan mengedukasi masyarakat.













