Regional

Permudah Investor Asing, Imigrasi Palu Hadirkan Layanan ULTIMA di KEK Pantoloan

×

Permudah Investor Asing, Imigrasi Palu Hadirkan Layanan ULTIMA di KEK Pantoloan

Sebarkan artikel ini
Melalui program ini, layanan keimigrasian kini dapat diakses secara langsung di kawasan KEK Pantoloan. Foto: HO/Humas Imigrasi Palu/Eranesia.id

KANTOR Imigrasi Kelas I TPI Palu menandatangani nota kesepahaman dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pantoloan, Palu, Kamis (30/7/2026). Langkah strategis ini memperkuat pelayanan keimigrasian. Selain itu, kerja sama ini mendukung percepatan investasi di Sulawesi Tengah.

Pada acara tersebut, Imigrasi Palu merilis inovasi ULTIMA. Layanan ini merupakan Unit Layanan Izin Tinggal dan Informasi Keimigrasian di KEK. Kini, masyarakat dan investor dapat mengakses layanan keimigrasian langsung di KEK Pantoloan.

Kepala Kantor Imigrasi Palu, Muhammad Akmal, menyebut kolaborasi ini sebagai komitmen instansinya. Pihaknya siap mendukung iklim investasi daerah secara maksimal.

“Kami menandatangani MoU pukul 11.00 WITA. Pemerintah daerah akan mengoordinasikan seluruh investasi KEK. Sementara itu, kami berfokus memberikan layanan keimigrasian bagi WNA,” ujar Akmal, Sabtu (31/7/2026).

Akmal menambahkan, dua hingga tiga investor besar akan tiba pada 2–3 Agustus 2026. Calon investor tersebut membawa nilai investasi mencapai miliaran rupiah.

Imigrasi Palu siap berkoordinasi dengan Pemprov Sulteng dan Pemda setempat. Mereka melakukan langkah ini untuk menyambut kedatangan para investor.

“Bidang terkait akan menangani teknis izin tinggal sesuai aturan,” tegas Akmal.

Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, T Adelian Muda, turut menjelaskan mekanisme ULTIMA. Inovasi ini bertujuan ‘menjemput bola’ bagi pelaku usaha di KEK Pantoloan.

Pemohon tetap memproses pengajuan izin tinggal secara daring melalui aplikasi MOLINA. Namun, pemohon cukup melakukan pengambilan foto biometrik di kantor KEK Pantoloan.

“WNA tidak perlu lagi datang ke Kantor Imigrasi untuk foto biometrik. Petugas kami akan hadir melayani di lokasi,” terang Adelian.

Adelian menegaskan, inovasi ini memposisikan Imigrasi sebagai fasilitator ekonomi daerah. Ia juga mengapresiasi pengelola KEK Pantoloan karena telah menyediakan sarana dan prasarana.

“Kami berharap integrasi layanan ini memangkas birokrasi. Langkah ini juga akan meningkatkan daya tarik investasi daerah,” pungkasnya.