PEMERINTAH Kabupaten Parigi Moutong terus memacu penguatan sektor pertanian dan perkebunan. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP), Pemkab meresmikan Forum Kemitraan Hilirisasi Kelapa Dalam Tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Kamis (30/7/2026).
Langkah strategis ini bertujuan memperkuat kemitraan bisnis para pelaku usaha dan kelompok tani. Selain itu, kegiatan ini mempermudah akses permodalan resmi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, menegaskan fokus program tersebut. Pihaknya berorientasi pada peningkatan pendapatan petani serta penyelarasan dengan kebijakan nasional.
“Fokus kita kini berlanjut ke hilirisasi perkebunan setelah swasembada pangan tercapai. Langkah ini mendukung program nasional Asta Cita Presiden dan target Menteri Pertanian. Parigi Moutong memiliki dua komoditas strategis nasional, yaitu kakao dan kelapa dalam,” ujar Dadan dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Jumat (31/7/2026).
Data statistik mencatat potensi lahan kelapa dalam di daerah ini mencapai 29.399 hektare. Namun, terdapat sekitar 1.567 hektare tanaman yang rusak atau tidak produktif.
Peremajaan Kelapa
Kementerian Pertanian mengalokasikan program peremajaan kelapa seluas 500 hektare pada tahun 2026 untuk mengatasi masalah tersebut.
- Tahap I (300 Hektare): Petugas telah menyalurkan bantuan di Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Utara, Parigi Barat, Tomini, dan Bolano Lambunu.
- Tahap II (200 Hektare): Tim sedang memverifikasi data dan menguji kualitas bibit. Penyaluran tahap ini berkonsep rampung pada September 2026.
Selain itu, Dadan mengimbau ketua kelompok tani, penyuluh, dan UPTD untuk aktif mendata tanaman rusak. Langkah ini menjamin penyaluran program peremajaan bisa tepat sasaran.
Pemkab juga memacu strategi integrasi tanaman melalui sistem tumpang sisip. Petani dapat menanam kakao, jagung, atau kedelai di sela tanaman kelapa. Strategi ini memberi penghasilan ganda (double income) tanpa mengalihfungsikan lahan.
Forum kemitraan ini menghadirkan sinergi lintas sektor demi menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian:
- Disperindag & Offtaker: Menyerap hasil panen petani dengan jaminan harga yang stabil dan menguntungkan.
- Sektor Perbankan: Menyediakan kemudahan akses permodalan KUR bagi kelompok tani.
- Jajaran Polri: Mengawal ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.
- Sektor Peternakan: Mendorong pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk organik dan ampas kelapa sebagai pakan ternak.
Melalui penerapan sistem pertanian modern (Advancing Agricultural System), Parigi Moutong menargetkan lonjakan produktivitas kelapa. Target produksi naik dari rata-rata 1,3 ton per hektare menjadi 3 hingga 4 ton per hektare.
“Seluruh upaya ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan visi Bupati Parigi Moutong, yaitu ‘Sejahtera Bersama’,” pungkas Dadan.













