Olahraga

Piala Dunia 2026 Dinilai Tidak Sesuai Harapan, Penonton dan Hotel Sepi

×

Piala Dunia 2026 Dinilai Tidak Sesuai Harapan, Penonton dan Hotel Sepi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penonton memperlihatkan tiket piala dunia 2026. Dok: AI Gemini/Eranesia.id

PENYELENGGARAAN Piala Dunia 2026 mencatat laporan yang mengejutkan. Berbeda dengan sebelumnya, pesta akbar sepak bola yang biasanya ramai pengunjung ini justru sepi penonton. 

Terkait fenomena tersebut, para pemilik hotel di kota-kota penyelenggara mengungkapkan lesunya tingkat pemesanan kamar. 

Bahkan, survei American Hotel and Lodging Association mencatat 80% hotel memiliki tingkat keterisian di bawah ekspektasi menjelang pembukaan turnamen.

Di samping itu, angka penjualan tiket juga menunjukkan tren yang buruk. Laporan dari Ticket Data menyebutkanbahwa masih ada sekitar 25 ribu kursi kosong di platform utama FIFA. 

Sejauh ini, tiket hanya laris manis untuk pertandingan tim tuan rumah saja. Tampaknya, biaya perjalanan yang tinggi membuat banyak penggemar enggan meramaikan kompetisi. 

Selain faktor biaya, pembengkakan jumlah peserta menjadi 48 tim dengan total 104 pertandingan turut menggerus atmosfer kemeriahan.

Bukan Fenomena Baru dalam Sejarah FIFA

Sebenarnya, isu kursi kosong ini bukan pertama kali terjadi. Jika menengok ke belakang, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan juga menghadapi masalah serupa.

Meskipun ESPN mencatat hampir 3,2 juta orang datang ke stadion, banyak kursi kosong tersisa pada babak penyisihan grup. Kala itu, FIFA menyalahkan pemegang tiket korporasi dan pemerintah yang mendadak batal hadir.

Selanjutnya, Piala Dunia 2014 di Brasil mengulang tren negatif tersebut. Banyak pengamat menilai penggemar lokal tidak mampu membeli tiket karena harganya sangat mahal. Selain itu, FIFA dinilai gagal mengalihkan tiket yang dikembalikan oleh pihak sponsor.

Begitu pula pada tahun 2018, laga Uruguay melawan Mesir menyisakan pemandangan serupa. Berdasarkan laporan Newsweek dari data FIFA, terdapat sekitar 5.000 kursi yang tidak terisi dalam pertandingan tersebut.

Kebijakan Trump dan Masalah Visa Hambat Turis Asing

Dari sudut pandang lain, kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi alasan utama keengganan turis asing. Perlu diingat bahwa AS menjadi tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada pada edisi ini.

“Isu geopolitik tentu saja membuat orang lebih waspada untuk bepergian ke AS. Akibatnya, mereka memilih menahan diri untuk menghabiskan uang di sana,” kata Profesor Manajemen Olahraga North Carolina State University, Mike Edwards dikutip dari CNBCIndonesia.com, Senin (15/6/2026). 

Merespons situasi geopolitik tersebut, sejumlah organisasi termasuk American Civil Liberties Union (ACLU) mengeluarkan peringatan kunjungan. 

Peringatan ini khusus berlaku bagi warga negara asing yang ingin menonton Piala Dunia 2026 secara langsung. Kondisi ini semakin parah karena turis menghadapi kebingungan aturan visa serta keterlambatan proses penerbitan dokumen travel. 

Dampaknya, jumlah kunjungan wisatawan internasional yang biasanya menjadi penyumbang belanja terbesar justru merosot tajam.

Sementara dari faktor internal, masyarakat AS sendiri tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat. Sebagai contoh, harga bensin melonjak hingga USD 4,16 per galon sejak Februari lalu. 

Ditambah lagi, kenaikan biaya hidup dan melambatnya pasar tenaga kerja memperburuk situasi. Alhasil, warga lokal memilih berhati-hati dalam mengeluarkan uang untuk keperluan perjalanan dan hiburan.

Baca berita Referensi Terpercaya di Berita Eranesia.id