EkonomiRegional

PT IMIP Gandeng Perguruan Tinggi untuk Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai

×

PT IMIP Gandeng Perguruan Tinggi untuk Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai

Sebarkan artikel ini
Agenda yang dikelola oleh Learning Center Departemen Human Resources (HR) PT IMIP ini dirancang khusus untuk menjembatani jurang pemisah antara teori akademis dan praktik di lapangan. Dok: PT IMIP/Eranesia.id

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat kemitraan dengan dunia akademik. Langkah ini bertujuan mencetak tenaga kerja terampil siap kerja.

Program Praktisi Mengajar menjadi salah satu bentuk kolaborasi tersebut. Program ini membawa profesional industri menjadi pengajar tamu di kelas.

Learning Center Departemen HR PT IMIP mengelola agenda ini. Mereka menjembatani teori akademis dengan praktik lapangan.

IMIP memulai gagasan program ini sejak pertengahan 2025. Inisiatif ini meluas pada 2026 seiring tingginya permintaan kampus.

HR IMIP merespons kebutuhan tersebut dengan membangun mekanisme terstruktur. Mereka menghimpun pengajar dari berbagai perusahaan di kawasan industri nikel.

Head of Learning Center PT IMIP, Trisno Wasito, memberikan penjelasannya. Program ini memperkuat keterkaitan (link and match) lulusan dengan industri.

“Kami berharap program ini memenuhi kebutuhan SDM kompeten bagi industri. Jika perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang paham sejak awal, perusahaan tak perlu mengajar dasar lagi,” ujar Trisno dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Jumat (24/7/2026).

Fleksibilitas Metode dan Jangkauan Program

Pihak kampus mengawali pelaksanaan program dengan memetakan kebutuhan materi. Departemen HR IMIP lalu mencocokkan materi dengan praktisi yang sesuai. Selanjutnya, HR berkoordinasi dengan atasan praktisi terkait ketersediaan waktu.

  • Mode Daring: HR IMIP menerapkan metode ini untuk kampus yang jauh dari Morowali, seperti Makassar atau Palu.
  • Mode Tatap Muka: HR IMIP menerapkan metode ini untuk kampus terdekat, seperti Politeknik Industri Logam Morowali (PILM).

PILM menyelenggarakan sesi tatap muka pada akhir Juni 2026. Para praktisi menyampaikan materi sesuai keahlian masing-masing.

Hingga pertengahan 2026, sebanyak 35 karyawan telah mendaftar. Mereka berasal dari tenant IMIP seperti PT QMB, PT HYNC, dan PT DSI.

Para praktisi membawakan berbagai bidang keahlian spesifik. Bidangnya mencakup hidrometalurgi, pirometalurgi, laboratorium, pengelolaan limbah, serta instalasi mesin dan listrik.

Pengalaman Nyata di Ruang Kelas

Yohanes Yoseph Deo menjadi salah satu praktisi yang terlibat. Analis dari PT TTRI ini menyebut pengalaman lapangan sebagai modal utamanya.

“Pengalaman kerja membantu menghubungkan teori dengan realitas lapangan. Kami membagikan contoh kasus nyata dan strategi pemecahan masalah. Mahasiswa pun memahami materi secara lebih mudah,” ungkap Yohanes.

Yohanes juga mendorong penguatan keterampilan nonteknis (soft skills). Ia menekankan pentingnya komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, pemecahan masalah, dan K3.

Menurutnya, mahasiswa menunjukkan antusiasme yang meningkat pesat. Hal itu terjadi karena praktisi membawakan materi dari pengalaman nyata.

Kehadiran praktisi memberikan perspektif baru bagi mahasiswa. Trisno menekankan bahwa pendidikan vokasi idealnya memiliki porsi 70% praktik dan 30% teori.

Keterlibatan praktisi turut membantu penyelarasan kurikulum kampus. Melalui diskusi interaktif, kampus memperoleh gambaran teknologi dan metode industri terkini.

Kampus dan kementerian terkait akan mengolah masukan praktisi untuk pengembangan kurikulum mendatang pada periode Agustus 2026–Januari 2027.

Manfaat Saling Menguntungkan

Program ini memberikan dampak positif bagi seluruh pihak:

  • Bagi Praktisi: Program ini menjadi media mengajar sekaligus syarat kualifikasi sertifikasi profesi (IPM/IPU) dari PII.
  • Bagi Mahasiswa & Kampus: Mereka memperoleh ilmu praktis, beasiswa, serta peluang magang satu tahun di institusi mitra.
  • Bagi IMIP: Program ini menjadi strategi perekrutan talenta sekaligus mendukung pengembangan SDM nasional.

IMIP tidak sekadar mengukur keberhasilan program dari jumlah kelas. Indikator utamanya adalah kesiapan lulusan saat memasuki dunia kerja.

Di tengah percepatan hilirisasi mineral, IMIP terus berkomitmen. Perusahaan memastikan teori dan pengalaman industri berjalan seiring demi talenta Indonesia.