MANAJEMEN PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar kegiatan Fire Briefing Semester II, Rabu (15/7/2026). Departemen SDM mengundang seluruh peserta magang di lingkungan Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar dalam agenda tersebut.
Manajemen memilih Terminal Penumpang Anging Mammiri Pelabuhan Makassar sebagai lokasi kegiatan. Melalui program ini, perusahaan ingin menanamkan budaya keselamatan kerja sejak dini.
Penanganan Keadaan Darurat
Perusahaan juga memastikan peserta magang memahami langkah penanganan keadaan darurat di area operasional pelabuhan.
Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menjelaskan tujuan pembekalan tersebut.
Menurutnya, agenda ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan. Budaya ini harus melibatkan seluruh insan di lingkungan Pelindo, termasuk para peserta magang.
“Keselamatan merupakan nilai utama di lingkungan kerja Pelindo. Semua orang harus memahaminya. Karena itu, peserta magang juga perlu memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi darurat, termasuk kebakaran,” ujar Rinto dalam siaran pers yang Eranesia.id terima.
Rinto menjelaskan, perusahaan ingin menjamin keselamatan mereka.
“Kami ingin memastikan mereka mampu melindungi diri sendiri maupun orang lain saat kondisi darurat terjadi,” ujarnya.
Menurut Rinto, kegiatan Fire Briefing mendukung implementasi budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Pelindo Regional 4 terus memperkuat budaya tersebut di seluruh wilayah kerja mereka.
“Kita tidak bisa membangun budaya keselamatan secara instan. Kami membutuhkan edukasi yang berkelanjutan kepada pekerja, mitra kerja, maupun peserta magang. Langkah ini penting agar setiap individu memiliki kepedulian dan tanggung jawab,” jelas Rinto.
Sistem Tanggap Darurat
Port Facility Security Officer (PFSO) Port of Makassar, Badaruddin, hadir sebagai salah satu pemateri. Ia memberikan pembekalan mengenai sistem tanggap darurat di kawasan pelabuhan dan potensi bahaya kebakaran.
Badaruddin juga menjelaskan jalur evakuasi, titik kumpul (assembly point), serta prosedur pelaporan kondisi darurat.
Badaruddin menilai, pemahaman prosedur tanggap darurat merupakan bekal penting bagi setiap individu. Apalagi, karakteristik operasional pelabuhan memiliki berbagai potensi risiko yang membutuhkan antisipasi matang.
“Saat menghadapi keadaan darurat, langkah pertama adalah tetap tenang. Segera laporkan kejadian sesuai prosedur. Setelah itu, ikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul,” jelasnya.
Dirinya juga mengingatkan peserta untuk berhati-hati. “Jangan mengambil tindakan berbahaya jika Anda belum memiliki kompetensi untuk melakukannya,” tegas Badaruddin.
Proteksi Kebakaran
Selain menerima materi teori, peserta juga mempelajari fungsi peralatan proteksi kebakaran di area kerja. Pemateri mengajak mereka mengenali rambu-rambu keselamatan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 berharap seluruh peserta magang memiliki kesadaran keselamatan kerja yang tinggi.
Mereka diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, tertib, dan selamat selama beraktivitas di Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar.













